ABJ Kurang, Risma Gelar Apel Pemberantasan Sarang Nyamuk

ABJ Kurang, Risma Gelar Apel Pemberantasan Sarang Nyamuk

209
0
BERBAGI
Risma Trimaharini Walikota Surabaya hadiri Apel, Jumat (13/1/2017). pemberantasan Sarang Nyamuk
.

Surabaya (M.Sindoraya) – Musim hujan selalu mendatangkan wabah nyamuk khususnya Demam Berdarah, hal itu dikarenakan air hujan yang tertampung dalam wadah bisa menjadi sarang nyamuk dan menjadi penyebab terjangkitnya penyakit Demam Berdarah.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Surabaya menggelar Apel Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD 2017, di Lapangan Sememi Jaya, Jumat (13/1/2017).

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara kolektif bersama-sama.

“ Misalkan ditempat saya sudah bersih tidak ada sarang nyamuk, tapi sebelah saya menampung air sarang nyamuk, itu akan sama saja,” katanya dalam sambutan Apel Gebyar PSN DBD.

Wali Kota juga mengatakan, pilihannya ada dua dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk, yaitu malas atau rajin. Penyakit demam berdarah, kata Wali Kota, bisa dicegah sejak awal. Apabila ada yang terjangkit penyakit demam berdarah, berarti ada yang salah dengan tempat tersebut.

Selain itu, lingkungan yang sehat juga berpengaruh terhadap masa depan anak. Risma memberikan contoh, apabila ayah atau ibu pencari nafkah menjadi korban meninggal akibat DBD, lalu anak akan bergantung ke siapa lagi.

“Tidak bisa hanya menekan masyarakat saja, bisa saja anak-anak terkena di sekolah, gudang atau pabrik sekitarnya. Jadi penyelesaian masalah ini harus kolektif, kita harus bersama,” kata Risma.

Oleh karena itu, Wali Kota meminta semua elemen masyarakat untuk mau bergerak maju memberantas sarang nyamuk.

“Kita tidak bisa menyuruh orang lain kalau kita tidak berbuat apa-apa. Kita yang harus memulai. Jangan ada lagi tempat-tempat yang menampung air hujan lagi,” kata Wali Kota.

Wali Kota juga meminta masyarakat untuk waspada agar tidak terkena demam berdarah.

“Memasuki musim hujan ini harus waspada, untuk itu saya ingatkan di awal seperti sekarang. Dulu ketika saya ingatkan, angka penderita menurun. Oleh karena itu, saya mengingatkan lagi. Saya yakin masyarakat Surabaya bisa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Drg. Febria Rachmanita menjelaskan, Angka Bebas Jentik (ABJ) ini diperoleh dari jumlah penderita di wilayah tersebut, kemudian dibagi jumlah penderita total dan dikalikan angka 100 persen. Hasilnya, merupakan nilai Angka Bebas Jentik (ABJ).

“Apabila nilai ABJ tinggi, itu berarti jumlah penderita di wilayah tersebut sendikit dan menunjukkan di wilayah itu merupakan wilayah yang sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Kadinkes mengatakan, dipilihnya tempat ini dalam Gebyar PSN DBD karena di wilayah ini, nilai ABJ hanya mencapai 59%. Sedangkan standar nilai ABJ, idealnya berada di angka 95%.

“ Dulu di Surabaya utara nilai ABJ-nya juga sekitar 50%, tapi sekarang sudah 94%. Padahal Surabaya Utara paling susah tapi saat ini sudah bisa,” katanya. Untuk itu, Kadinkes juga mengimbau, masyarakat harus mau seminggu sekali untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Surabaya, jumlah penderita DBD tahun 2015 mencapai 900 orang, sedangkan pada tahun 2016 mengalami sedikit peningkatan mencapai 920 orang. Sementara angka kematian akibat penyakit Demam Berdarah, pada tahun 2015 mencapai 13 orang. Pada tahun 2016 terjadi penurunan, jumlah orang meninggal akibat penyakit DBD mencapai 7 orang saja.

(eli)

LEAVE A REPLY