Kasus Pengibaran Bendera RRC di Obi, Polda Malut Tetapkan Tiga Tersangka

Kasus Pengibaran Bendera RRC di Obi, Polda Malut Tetapkan Tiga Tersangka

311
0
BERBAGI
.
Ternate (M.Sindoraya) – Insiden pengibaran bendera Republik Rakyat China (RRC) di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada saat peletakan batu pertama pembangunan smelter PT Wanatiara Persada, 25 November 2016 lalu. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Rskrimum) Polda Maluku Utara akhirnya menetapkan tiga tersangka.
Ketiga tersangka itu merupakan karyawan PT Wanatiara Persada dimana dua orang yang menarik bendera untuk dikibarkan, dan satu orang yang memerintahkan.
“Penetapan ketiga tersangka tersebut melalui gelar perkara yang dilakukan penyidik, bahkan ketiga orang tersebut memiliki peran masing-masing saat pengibaran bendera,”kata Dir Reskrimum Polda Malut, Kombes Pol Dian Harianto pada wartawan akhir pekan ini.
Penetapan tiga tersangka ini setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi yakin Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, Bupati Halsel Bahrain Kasuba, General Manager Utama PT Wanatiara, Chang eng Tang, staf Bagian Humas dan Protokoler Pemprov Malut serta sejumlah saksi lainnya.
Disentil terkait tersangka lain dalam kasus tersebut, Dian menuturkan, jika dalam kasus ini masih ada tersangka lain maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan.
“Kalau memang ada tersangka lain, maka saya akan koordinasi dengan Jaksa, sebab kasus ini saat ini sudah dalam pemberkasan dan dalam waktu dekat akan di limpahkan ke Kejaksaan,”cetusnya.
Sementara itu, salah satu Penyidik Dir Reskrimum Polda Malut, AKP Hengki Setiawan mengaku meskipun sudah ditetapkan tersangka tiga orang dalam kasus ini, namun belum dapat membeberkan nama-nama tersangka. Pasalnya kasus ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap tersangka lain.”Penetapan tersangka tiga orang ini agar kasus ini resmi berkekuatan hukum. Untuk itu akan dikembangkan lagi setelah ke tiga orang itu dipanggil diperiksa sebagai tersangka,” singkatnya.
(gun)

LEAVE A REPLY