Polisi dan JMMU Nyaris Bentrok Didepan Kediaman Gubernur

Polisi dan JMMU Nyaris Bentrok Didepan Kediaman Gubernur

202
0
BERBAGI
.

 

” AGK Diminta Segera Tinggalkan Kursi Gubernur”

Ternate (M.sindoraya)– Polimik Kabupaten Pulau Morotai yang rencananya di kelolah investor Negara jepang, belum juga berakhir, selain protes dari berbagai kalangan, kali ini Puluhan pemuda yang mengatasnakaman Jaringan Muda Maluku Utara (JMMU) kembali melakukan protes dengan cara menggelar aksi di depan kediaman Gubenrur Malut Abdul Gani Kasuba, Senin (23/1).

Aksi protes tersebut berujung ricuh lantaran dihadang beberapa anggota Keplosian yang berjaga di kediaman. Tuntutan yang disampaikan ini sebagai protes terhadap pemerintah Pusat yang telah bekerjasama dengan Negara jepang untuk mengelolah Pulau Morotai sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK).

Koordinator Aksi Isra H Siraju mengatakan  Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dan DPR provinsi agar melihat persoalan rencana pengelolaan pihak asing terhadap pulau Morotai, jika tidak, hal ini sengaja didiamkan , alangkah baiknya Abdul Gani Kasuba (AGK) segera mundur dari jabatannya sebagai Gubernur. Masa aksi juga berjanji apabila tuntutan ini tidak respon, ancaman tersebsar masa akan memboikot aktivitas Bandara Babullah dan perkantoran di Malut.

Sebagai generasi muda Maluku Utara merasa dihina, sebab perjuangan nenek moyang di jajariah Almulkiya untuk mengusir penjajah Jepang saat itu adalah bukti nyata. Maluku Utara adalah daerah kerajaan yang harus dihormati bukan di hina. Atas nama JMMU mendukung sikap  Sri Sultan Tidore serta anggota DPD RI dan DPR RI dapil Maluku Utara untuk menolak kerjasama antara Indonesia dengan Jepang, dibawa rezim Joko Widodo-Jusuf Kala malah memanfaatkan kewenangan kekuasaannya untuk berbuat seenaknya tanpa memikirkan dan mengingat sejarah panjang.  Betapa bejatnya penjajah Jepang terhadap Indonesia maupun nenek moyang kami di Maluku Utara ini.

Lanjutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) adalah harga mati hanyalah slogan belaka, terbukti pemerintah telah menyerahkan Morotai ke bangsa Jepang. Morotai adalah aset negara yang harus dijaga dan dilindungi bukan untuk dijual. Kami masyarakat Maluku Utara yang bernaung dibawah Empat kesultanan di moloku kie raha menolak keras investasi di pulau Morotai, tegasnya.

(Fa)

LEAVE A REPLY