DKP Malut Dorong Ekspor Perikanan Untuk Mewujudkan LIN.

DKP Malut Dorong Ekspor Perikanan Untuk Mewujudkan LIN.

212
0
BERBAGI
Kepala DKP Malut Buyung Rahiloen
.

 

Malut (M.Sindoraya) – Kontribusi sektor perikanan Maluku Utara terhadap pertumbuhan ekonomi daerah terus didorong untuk mengingat potensi Perikanan yang sangat besar tetapi kontribusi sektor ini masih sangat minim. Tahun 2015 kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB provinsi Maluku Utara masih dibawah 5% masih sangat kecil jika dibandingkan provinsi Sulut yang sudah diatas 5% padahal ekspor ikan provinsi Sulut banyak berasal dari Maluku Utara, ungap kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Malut Buyung Rajiloen kepada M,sindoraya Selasa (24/1).

Kata dia, selama ini produksi ikan banyak dibawah keluar untuk diekspor seperti ke Bitung, Makassar, bali dan Surabaya. Daerah kita sangat dirugikan dan akibatnya banyak kehilangan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Tahun 2015 dari data BPS nilai ekspor perikanan kita hanya mencapai 900 juta rupiah lebih,  padahal produksi Perikanan milik Malut sudah mencapai 200 ribu ton lebih, itupun belum terhitung dari hasil tangkapan yang langsung dibawah keluar tanpa didaratkan atau dicatat sebagai hasil produksi perikanan. Asumsi kita produksi ikan Maluku Utara bisa mencapai 400 ribu ton lebih per tahun dan ini tentu sangat merugikan daerah.

Lanjut dia, adanya Reformasi dalam pengelolaan perikanan Maluku Utara yang tentu membutuhkan kerja sama semua pihak tidak hanya DKP Provinsi Maluku Utara. Scara Insistitusai DKP Malut menyambut baik apa yang menjadi keinginan Kepala Cabang Beacukai Ternate Nyoman. Kedepan diharapkan adanya kerjasama antara DKP Maluku Utara dan pihak Bea Cukai.  Untuk dapat menertibkan ekspor perikanan Maluku Utara melalui penerbitan administrasi kepabeanan dari kantor Bea Cukai Ternate, DKP akan mulai dengan ekspor produk Saku Tuna sebanyak 16 Ton yang rencananya akan diekspor langsung dari kabupaten Kepulauan Sula dengan Negara tujuan ekspor Amerika Serikat/USA.

Diperkirakan nilai ekspor produk Saku Tuna ini mencapai senilai Rp 3 miliar, tentu hal ini akan baik untuk peningkatan ekspor perikanan tahun ini. Target DKP Maluku Utara tahun ini ada 4 produk komoditi yang diekspor yaitu : Saku Tuna, Tuna Loin, Udang Vaname dan Ikan Kayu.

Selain dengan pihak Bea Cukai, DKP juga akan melakukan kerjasama dengan pihak PT. Pelindo Cabang Ternate untuk dapat mengambangkan dan menertibkan ekspor hasil perikanan secara langsung dari Maluku Utara. Meskipun fasilitas di pelabuhan umum belum memadai untuk ekspor langsung mengingat fasilitas yang belum memungkinkan paling tidak dokumen ekspor harus dikeluarkan dari Maluku Utara. DKP juga sudah merencanakan akan membuat kegiatan workshop untuk membahas pengembangan ekspor perikanan Maluku Utara. Buyung sangat optimis jika penataan produk ekspor perikanan ini dapat dorong maka bukan mustahil rencana DKP Maluku Utara untuk menjadikan Maluku Utara sebagai lumbung ikan di tahun 2019 nanti dapat terwujud.

Ada 3 syarat yang harus penuhi untuk mewujudkan LIN diantarannya. Produk perikanan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi ikan bagi masyarakat Maluku Utara,  Produk perikanan dapat memberikan kontribusi besar bagi daerah terutama berkembangnya ekspor perikanan dan Produk perikanan dapat didorong untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan di Maluku Utara. Tiga isyarat ini membutuhkan kerja keras dan juga kerja sama semua pihak untuk bisa mewujudkan ini. Dengan Semangat Reformasi Perikanan Maluku Utara, diberharap sektor ini betul-betul menjadi leading sektor sebagai penggerak utama perekonomian daerah, harapnya

(nr)

LEAVE A REPLY