Polres Ternate Ciduk Pencurian Spesialis Barang Elektronik

Polres Ternate Ciduk Pencurian Spesialis Barang Elektronik

192
0
BERBAGI
.

 

Ternate (M.Sindoraya) – Anggota Unit Reserse Mobile (Resmob) Reskrim Polres Ternate meringkus satu tersangka pencurian barang elektronik. tersangka atas nama Junaidi La Ode alias Nait Adi alias Abek (27) berhasil  di ringkus Resmob Polres Ternate yang dipimpin langsung Aiptu Zulkifli Machmud pada Jum’at (20/1) sore saat berada di salah satu kos-kosan ligkungan Dufa-Dufa Kecamatan Kota Ternate Utara.

Kapolres Ternate AKBP Kamal Bahtiar, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Moch Arinta Fauzi. S.IK diruang kerjanya, Selasa (24/1) mengatakan, saat ditangkap, tersangka ini kita girig ke rumahnya dilingkungan Sango, dan  berhasil mengamankan barang bukti berupa hendpone merek Iphone, setelah dikembangkan kembali mengamankan barang bukti lainnya berupa Labtop, Kamera serta Handphone lainnya.”setelah ditangkap barang bukti yang diamankan dari tersangka berdasarkan hasil pencarian yakni 2 buah hempone merek Iponhe, 3 unit heandphone Nokia, 1 unit heandphone Oppo, 4 unit leptop terdiri dari Lenovo, Toshiba, Asuz, dan accer serta 1 unit kamera digital merek Canon, sebagian sudah dijual,”katanya.

Arinta mengaku  untuk modusnya, tersangka ini sebelum beraksi, terlebih dahulu mempelajari kondisi rumah selama satuminggu sebelum melancarkan aksi.”Dia ini, pura-pura masuk ke rumah dan mengenal pemilik rumah, ketika si pemilik pergi, tersanga masuk dan menemui orang rumah kemudian ketika orang rumah lengah baru dia lancarkan aksi,”paparnya.

Lanjut Arinta, dalam aksi yang di lakukan tersangka , sudah tercatat kurang lebih 7 tempat kejadian perkara (TKP), dan saat ini Laporan Polisi (LP) yang ditangani polres sementara baru 2 LP.”Dua LP kejadian di Tafure pada 14 Januari 2017 dan di Maliaro pada 17 januari 2017,”katanya.

Status tersangka berurusan dengan kepolisian bukan baru pertama kali, namun sudah   tercatat  4 kali melakukan kasus berbeda baik dengan kasus pengroyokan pada tahun 2009 dan pencurian pada 2012 secara berturut-turut.”tersangka sekarang masih berstatus bebas bersyarat (BB),” katanya seraya menambahkan tersangka  kita kenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Abek saat ditanyai, mengakui jika aksi yang dilakukan ini karena terpaksa untuk kebutuhan makan sehari-hari.”Saya hanya cari makan saja, dan Handpone yang lain saya sudah jual di kapal dengan harga 400, kalau untuk sekarang ini saya beraksi di beberapa tempat salah satunya di lingkungan Toloko rumah milik Asromi,”ungkap tersangka.

(gun)

LEAVE A REPLY