Visma Art Gallery Gelar Pameran Seni Bangunan Yang Kokoh, Unik dan Humanis

Visma Art Gallery Gelar Pameran Seni Bangunan Yang Kokoh, Unik dan Humanis

304
0
BERBAGI
.

Surabaya (M.Sindoraya) – Saat ini hampir seluruh Kota-kota besar didunia berlomba mempercantik tampilan dan infrastukturnya dengan harapan masuknya investasi dan kunjungan pariwisata di kota tersebut. Tak hanya pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang menjadi target utama, yang lebih penting dari itu semua adalah keindahan dan kelayakan sebagai tempat hunian serta tempat berbisnis. Semua itu tak luput dari pengamatan Arsitektur kenamaan Prancis, Jacques Perrier.

Tidak hanya sekadar bangunan yang menjulang dan kukuh, Jacques Perrier juga mengedepankan nilai seni dan humanis di setiap lekukan ruang dalam bangunan. Konsep itu dapat terlihat dalam pameran arsitektur bertaiuk A Vision of the Sensual City.

Sepuluh maket karya arsitek kenamaan Prancis, Jacques Perrier, yang diselenggarakan Institut Francais Indonesia (IFI) di Visma Art Gallery hingga 17 Februari mendatang. Dan pada kesempatan ini digelar Jumpa pers (Rabu, 25/01/2017)

Dikemas dengan menarik, karena masing-masing maket bangunan memiliiki sisi Keindahan dan kemegahan, hal itulah yang selalu dapat dilihat dalam karya Ferrier. Karena itulah Jacques Perrier sering memperoleh penghargaan dalam hal design bangunan.

Suatu contoh maket bangunan Water Park Aqualagon yang juga turut dipamerkan disini. Dengan konsep yang unik, Bangunan berbentuk seperti gasing yang sedang berputar. Awalnya, ide bangunan itu dibentuk dengan origami. Kertas yang berbentuk lingkaran ditarik ke atas. Dengan begitu. bentuknya mengembang. ” Proyek ini hampir selesai. Dibangun di Prancis,” ujar Hugo de Pablo Vicens, arsitek yang juga agensi Jacques Perrier Ardlitecture.

Ada pula maket berjudul Great Heights. Miniatur bangunan perkantoran tersebut tak kalah menarik. Bentuknya seperti botol minyak wangi. Bagian atasnya mengerucut. Di dalam gedung, Perrier mendesain ruangan yang lapang. Tak ada sekat-sekat di antara ruangannya. Hanya ada dinding sebagai pembatas sisi dalam dan luar. Yang unik, seakan-akan terdapat kerangka bangunan ada diluar mengelilingi gedung tersebut. ” Kalau biasanya kerangka diletakkan di dalam, Jacques malah menaruhnya di luar,” terang Hugo.

Pameran arsitek Perrier itu kali pertarna digelar di Indonesia. Sebelumnya, maket tersebut ditampilkan di beberapa pameran. Di antaranya, Shanghai, Beijing, Manila, dan Singapura.

Direktur IFI Surabaya Veronique Mathelin menerangkan, siapapun boleh datang dan menambah wawasan dalam pameran ini karena Menurutnya, selain sebagai sarana berkarya dan menghasilkan sesuatu, sebuah gedung juga dapat menjadi sebuah karya seni yang unik dan sensual sehingga menjadi gedung yang humanis.

(eli)

LEAVE A REPLY