Dosen Ekonomi Unkhair : Cara Berpikir DPRD dan TAPD Keliru

Dosen Ekonomi Unkhair : Cara Berpikir DPRD dan TAPD Keliru

184
0
BERBAGI
Pakar Ekonomi Univesitas Unkhair Mohktar Adam
.

 

Malut (M.Sindoraya) – Dosen Ekonomi Unkhair Ternate Mohtar Adam kepada wartawan belum lama ini mengatakan, ada yang salah dari konsep berpikir Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) terkait hutang yang belum di selesaikan.

Menurutnya, hutang Pemprov kepada pihak ketiga dapat saja dilakukan oleh pemerintah untuk investasi dalam percepatan pengembagan infrastruktur, tapi hutang yang dilakukan pemprov, karena DPRD menaikan volume perjalanan dinas, belanja yang tidak terarah, sementara TAPD  juga melakukan hal yang sama.

Hal ini membuat DPRD dan TAPD saling menjebak, akibatnya tumpukan belanja yang tidak terbayar, hanya untuk memenuhi volume perjalanan dinas DPRD yang tiba-tiba membengkak, bahkan jumlah perjalanan 200 hari lebih dalam 1 tahun, ini tindakan irasional.

Lanjut Mohtar, terkait hutang, harusnya tahun 2017 dilakukan efisiensi belanja Pegawai Negeri Sipil (PNS) belanja-belaja  yang tidak penting, jika di efisiensikan bisa mengatasi hutang 2016. Rupanya DPRD bangga kalau pemda berhutang.

Pengakuan hutang yang lebih tepat jika ada pengungkapan dari Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK), berdasarkan hasil audit. Yang dilakukan sekarang harus ada efisiensi belanja diseluruh SKPD termasuk, belanja DPRD dan Guvernur, Wakil Gubernur serta Sekertaris Daerah. Dirinya berharap kedepan semua hutang ini dapat diatasi dengan baik.

(nr)

LEAVE A REPLY