Hapus Pungli, PN Surabaya Luncurkan 3M

Hapus Pungli, PN Surabaya Luncurkan 3M

179
0
BERBAGI
Kepala Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Sujatmiko
.

Surabaya (M.Sindoraya) – Demi mempermudah pengambilan dan Penebusan surat tilang pelanggaran lalu lintas yang disita petugas, Pengadilan Negeri Surabaya bakal meluncurkan program yang dijuluki 3 M (Melihat, Membayar dan Mengambil). Program ini akan  diluncurkan berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 12 Tahun 2016, tentang pembaharuan alur penangan berkas tilang.

Sebagai sarana kesuksesan program 3 M ini, PN Surabaya telah menggandeng dua korps Adhyaksa, yakni Kejari Surabaya dan Kejari Tanjung Perak.

Kepala Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Sujatmiko, saat ditemui awak media mengatakan, Program ini nantinya akan melalui 3 proses, yakni pertama, masyarakat tak perlu datang sidang, cukup melihat website PN Surabaya di www.pn-surabayakota.go.id, maka denda tilang sudah akan muncul.

Setelah melihat dendanya, masyarakat dapat membayar ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan mencantumkan nomor rekening Kejaksaan.

Selanjutnya masyarakat bisa mengambil barang-bukti pelanggaran tilangnya di Kejaksaan yang sesuai dengan wilayah hukum terjadinya pelanggaran tersebut terjadi, dengan menunjukkan bukti/struk pembayaran.

” Program ini akan dimulai per Februari 2017 nanti. Selain memangkas birokrasi, ini juga akan mencegah terjadinya pungutan liar dalam pengambilan tilang sehingga ke depan pengadilan dan kejaksaan akan bebas dari pungli,” ujar Sujatmiko, Kamis (26/1/2017).

Diterangkan Sujatmiko, pembaharuan data tilang ini sejalan dengan agenda Mahkamah Agung Republik Indonesia, menuju pada penegakkan hukum secara elektronik.

” Program ini diharapkan dapat meminimalisir peluang terjadinya penyimpangan, disamping memberdayakan potensi yang ada. Tujuannya agar penegakkan hukum yang cepat, cermat dan transparan dapat tercapai,” tambah Sujatmiko.

Selain itu, pembaharuan data berkas tilang tersebut banyak memberikan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat, diantaranya mendapat kemudahan untuk membayar titipan denda tilang, melalui seluruh saluran pembayaran perbankan.

Dan yang kedua adalah, besaran denda tilang yang divonis hakim, dapat langsung diketahui oleh pelanggar melalui notifikasi tilang secara elektronika, maupun secara manual dalam bentuk papan pengumuman.

“Hal itu diharapkan akan menjawab harapan masyarakat agar lebih dipermudah dalam proses pembayaran tilang,” pungkas Sujatmiko.

(eli)

LEAVE A REPLY