Desa Kuwurejo, Bluluk Lamongan, Pungut Prona 600 Ribu

Desa Kuwurejo, Bluluk Lamongan, Pungut Prona 600 Ribu

625
0
BERBAGI

Lamongan (M.Sindoraya) – Pelaksanaan Program Operasi Nasional Agraria atau prona di Kabupaten Lamongan juga dilaksanakan di Kecamatan Bluluk. Dalam pelaksanaannya, di kecamatan tersebut mendapat jatah kuota sebanyak 2.500 bidang yang dibagi untuk empat Desa yaitu Desa Kuwurejo, Desa Cangkring, Desa Banjargondang dan Desa Sumberanjar

Namun sama halnya desa- desa di Lamongan yang lainnya yang mengikuti prona, di Desa Kuwu Rejo Kecamatan Bluluk, juga menarik pungutan biaya sebesar 600 ribu rupiah perbidang. Dari jumlah keseluruhan pemohon sebanyak 785 bidang

Keterangan tersebut di tegaskan oleh Kades Kuwu Rejo, Sumanto, dalam konfirmasinya, Rabu, (01/03/17). Menurutnya, biaya yang dikenakan kepada pemohon, digunakan untuk pembelian patok, materai, konsumsi dan pemberkasan. Dan hal tersebut sudah dilakukan atas dasar kesepakatan warga bersama pokmas yang diketuai oleh Kiswo

“Memang benar, pemohon prona di Desa Kuwu Rejo dikenakan biaya sebesar 600 ribu per bidang. Dan biaya itu sudah di sepakati antara panitia prona dengan warga. Sedangkan untuk kegunaan biaya itu sendiri untuk belanja keperluan kepengurusan PRONA seperti beli patok, beli materai, konsumsi dan biaya pemberkasan,” ungkap Sumanto

Hal tersebut menambah daftar panjang, bahwa semua pelaksanaan prona di Kabupaten Lamongan, dikenakan pungutan biaya. Seperti yang dilaksanakan di Desa Wanar Kecamatan Pucuk, yang saat ini sedang dalam proses penanganan di Kejaksaan Negeri Lamongan atas dugaan pungutan biaya prona sebesar 475 ribu rupiah per bidang dan program Ip4T, lalu di Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi yang melakukan pungutan prona sebesar 1 juta perbidang dan beberapa Desa di Kecamatan Kedungpring, yaitu Desa Kedungpring, Desa Majenang, Desa Sidomlangean, Desa Tlanak, yang masing-masing mengenakan biaya sebesar 600 ribu per bidang

(Rid)

LEAVE A REPLY