Diduga Cemari Lingkungan Hidup, DLH Lamongan Panggil Management PT. KTM

Diduga Cemari Lingkungan Hidup, DLH Lamongan Panggil Management PT. KTM

591
0
BERBAGI

LAMONGAN (M.Sindoraya) – Gangguan akibat industri, dirasakan oleh sebagian masyarakat wilayah selatan Kabupaten Lamongan, khususnya yang berada di Kecamatan Ngimbang dan sekitarnya. Pasalnya, PT. Kebun Tebu Mas (KTM) yang beroperasi di wilayah Ngimbang tersebut, telah menimbulkan bau busuk yang menyengat yang ditimbulkan dari pabrik tersebut dan dirasakan masyarakat hingga ke wilayah Sambeng. Selain itu, pabrik tersebut juga mencemari Kali Lamong, Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang Lamongan, dengan limbahnya

Berdasarkan informasi dan keluhan yang didapat dari masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, langsung menerjunkan tim pada tanggal 23 Februari untuk investigasi ke lingkungan masyarakat sekitar PT. KTM

Dari hasil investigasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Fakhruddin, membenarkan adanya bau busuk yang sangat menyengat di kawasan pabrik sama seperti yang sudah dikeluhkan masyarakat sekitar. Menurutnya, bau busuk tersebut berasal dari ampas tebu yang semestinya disimpan dalam ruangan khusus.

“kami telah menerjunkan tim untuk melakukan investigas ke dalam kawasan pabrik. Memang benar ditemukan bau busuk yang menyengat, yang dipicu dari sisa ampas tebu yang mestinya disimpan di dalam ruangan khusus. Tetapi disitu dibiarkan saja di luar ruangan sehingga menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan,”imbuhnya.

Hal inilah sangat disayangkan oleh pihak DLH. Karena keberadaan Pabrik Gula yang berkelas Nasional, seharusnya tetap menjaga lingkungan dan tidak mengganggu hunian masyarakat di wilayah Ngimbang dan sekitarnya.

Terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, telah memanggil  PT. KTM, Rabu, (01/03/17) untuk dimintai keterangan.

“Manajemen PT. KTM kami panggil untuk di mintai keterangan  untuk mempertanggungjawabkan bau busuk limbah yang selama ini dikeluhkan masyarakat sekitar pabrik. Kami mendesak agar pihak management PT. KTM segera menghilangkan sumber bau busuk yang selama ini dikeluhkan oleh warga, paling tidak jika masih belum memiliki tempat atau gudang yang layak untuk sementara ampas tebu tersebut ditutup menggunakan terpal sehingga bisa meminimalisir bau busuk,” ungkap Fahruddin

Sementara itu, terkait pencemaran kali Lamong, Kabid Penanggulangan Pencemaran Lingkungan, Budi Farid, membenarkan adanya informasi pencemaran kali tersebut

“Memang benar, PT. KTM pernah mencemari Kali Lamong sehingga sempat membuat geger masyarakat waktu itu, namun itu sudah terjadi lama yakni pada bulan September 2016 lalu,”ungkap Farid.

Farid, menambahkan, “itu bukan karena kesengajaan, saat itu terjadi kesalahan produksi yang mengakibatkan olahan Molasis tersebut meluber lantaran terkena suhu panas yang terlalu tinggi. Namun PT. KTM sendiri sudah bertanggung jawab dengan menyedot kembali limbah yang ada di kali Lamong sehingga kembali bersih,”pungkasnya.

(Vid)

LEAVE A REPLY