Diduga Langgar Aturan Gaji, CV. MJC Dipanggil Disnakertrans Lamongan

Diduga Langgar Aturan Gaji, CV. MJC Dipanggil Disnakertrans Lamongan

4091
0
BERBAGI
Kantor CV. Majapahit East Java Career ( MJC )
.

LAMONGAN (M.Sindoraya) – Kasus dugaan pelanggaran gaji dan penahanan ijazah yang di alami oleh H-R, mantan karyawati yang telah melaporkan perusahaan tempat dirinya bekerja yaitu CV. Majapahit East Java Career (MJC), ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamongan, (24/02/17), akhirnya ditindaklanjuti

Hal tersebut dibuktikan oleh pihak Dinakertrans Kabupaten Lamongan, dengan memanggil H-R beserta pihak management CV. Majapahit East Java Career (MJC), Kamis, (02/03/17), untuk hadir ke kantor Disnakertrans Lamongan guna melakukan klarifikasi terkait laporan tersebut

H-R yang didampingi orang tuanya datang lebih awal memenuhi undangan tersebut dan ditemui Kasan, selaku Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamongan.

Namun, dalam kesempatan tersebut, justru pihak CV. Majapahit East Java Career (MJC), hadir tiga jam lebih terlambat daripada H-R karena alasan masih sibuk

Terlalu lama menunggu, H-R pun di anjurkan untuk meninggalkan ruangan dan kembali pulang, karena menurut Kasan pertemuan tersebut gagal dilaksanakan

Selang  hampir tiga jam, pihak CV. Majapahit East Java Career (MJC), yang diwakili oleh Didik, datang ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamongan

Dari hasil kedatangannya tersebut, Didik menjelaskan kepada wartawan lewat sambungan cellular, dan menyatakan bahwa pihaknya sudah memenuhi panggilan Disnakertrans Lamongan dan menyatakan permasalahan dengan karyawan tersebut sudah selesai

“kami sudah datang ke Disnakertrans untuk memenuhi panggilan terkait penyelesaian permasalahan dengan karyawan. Dan hasilnya sudah selesai tidak ada masalah,” terang Didik

Disinggung terkait ijazah H-R yang ditahan oleh pihak CV. MJC, Didik juga menjelaskan, “ijazah tersebut juga sudah diserahkan ke Disnakertrans Lamongan untuk diberikan ke karyawan yang melapor tersebut,” ujarnya

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasan, Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial yang memediasi persoalan tersebut. Namun Kasan tidak menjelaskan secara detail proses pengembalian ijazah tersebut

“Intinya semua sudah beres,” jawab Kasan singkat

Dari informasi yang berhasil dihimpun sebelumnya, dari penyataan H-R, pelaporan yang ia lakukan terhadap CV. Majapahit East Java Career (MJC), atas dasar dirinya yang kecewa dengan pihak CV. MJC dalam proses perekrutan dan ketidaksesuaian gaji yang dijanjikan

H-R menerangkan, awal dirinya bekerja di CV. MJC, setelah membaca pengumuman lowongan kerja atas nama CV. Majapahit East Java Career lewat media sosial

Dalam penulisan yang tertera dalam pengumuman tersebut, lanjut dia, CV. Majapahit East Java Career, saat itu sedang membutuhkan karyawan untuk dipekerjakan sebagai marketing, serta dalam pengumumannya tertulis lengkap persyaratan-persyaratan berikut kompensasi apa saja yang didapatkan apabila bekerja di perusahaan tersebut. Salah satu kompensasi utama yang membuat H-R tertarik untuk mengajukan lamaran di perusahaan tersebut adalah gaji yang tertulis UMR sebesar 1,7 juta rupiah

Berdasarkan itulah, H-R langsung melamar dan diterima di CV. Majapahit East Java Career yang berada di jalan Panglima Sudirman No. 73 Lamongan, sesuai dengan alamat yang tertulis di brosur pengumuman

Namun, kekecewaan H-R mulai nampak ketika menginjak satu bulan bekerja di perusahaan tersebut. Pasalnya, gaji yang dijanjikan yang tertulis pada pengumuman tersebut, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan

H-R menjelaskan, bahwa gaji yang ia terima saat satu bulan ia bekerja, hanya sebesar 160 ribu rupiah

“Dulu saya lihat yang tertera di pengumumannya itu UMR sebesar 1,7 juta. Ternyata setelah sebulan saya kerja, saya bersama dua teman saya yang lain kaget karena cuma digaji 160 ribu. Yang jelas itu tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” ungkap H-R
Berdasarkan itulah, H-R bersama dua temannya yang lain, memilih untuk risent dari pekerjaan tersebut. Namun justru masalah baru muncul. Ijazah H-R yang katanya dipinjam perusahaan untuk pendataan, harus disandera perusahaan dengan dalih untuk jaminan. Bahkan H-R mengakui, untuk mengambil ijazah nya tersebut, dirinya disuruh untuk membayar denda sebesar 700 ribu ke CV. Majapahit East Java Career

“Saya dan teman-teman saya memilih risent dari pekerjaan tersebut, karena kami ngerasa dibohongi dan pengumuman lowongan kerja dulu tidak sesuai dengan kenyataan nya. Akhirnya saya pamit, tapi kok malah ijazah saya ditahan, alasannya untuk jaminan, padahal dulu katanya dipinjam untuk pendataan karyawan. Dan sekarang saya mau ngambil, katanya harus bayar dulu 700 ribu,” terang H-R

Menanggapi hal tersebut, Kasan, menyampaikan pernyataannya kepada wartawan, Kamis, (02/03/17), menurutnya, “apabila benar CV. Majapahit East Java Career melakukan hal tersebut, berarti perusahaan telah melanggar aturan

Seharusnya sesuai aturan, lanjut dia, “CV. Majapahit East Java Career atau MJC, melakukan wajib lapor ke Disnakertrans Lamongan terkait aktivitas perusahaan yang beroperasi di Lamongan, di karenakan perusahaan tersebut sudah melakukan perekrutan karyawan,” ujarnya

Di sisi lain, Laila, Kabid hubungan industrial dan Jamsostek, menanggapi soal penahanan ijazah dan jaminan yang dilakukan oleh CV. MJC.

Laila menerangkan, “aturan jaminan ijazah untuk saat ini sudah tidak diperbolehkan. Kalau pun ada karyawan dan perusahaan menyepakati kontrak terkait hal tersebut, secara hukum kontrak tersebut dinyatakan gagal,” ujarnya

Hingga berita ini ditulis, wartawan mencoba konfirmasi kepada H-R, dan H-R pun membenarkan bahwa dari hasil pemanggilan kemarin (02/03. Red), ijazahnya yang ditahan di CV. MJC sudah diserahkan oleh CV. MJC lewat Disnakertrans

(Vid)

LEAVE A REPLY