Operasi Yustisi, Seorang Guru PNS digerebek Satpol-PP Lamongan

Operasi Yustisi, Seorang Guru PNS digerebek Satpol-PP Lamongan

2317
0
BERBAGI

LAMONGAN (M.Sindoraya) – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan tidak pernah maen-maen dalam menertibkan penyakit masyarakat (pekat) di Kabupaten Lamongan saat ini. Dalam kesempatan kali ini Satpol-PP Lamongan kembali melakukan Operasi Yustisi dalam rangka Cipta Kondisi, Sabtu, (04/03/17)

Sasaran operasi kali ini adalah tempat-tempat hiburan malam atau cafe, warung-warung penjual miras dan sebuah hotel yang diduga seringkali digunakan pasangan bukan suami istri yang sedang indehoy

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Lamongan, Bambang Hajar P., ini digelar bertujuan untuk menertibkan perijinan tempat-tempat hiburan dan penjualan miras serta meminimalisir penyakit-penyakit masyarakat yang ada disekitaran Lamongan saat ini

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menertibkan perijinan tempat-tempat hiburan atau cafe, warung-warung penjual miras dan kami berupaya meminimalisir penyakit-penyakit masyarakat yang marak di sekitar Lamongan saat ini. Semua itu tujuannya demi menjaga  kenyamanan masyarakat,” ungkap Bambang Hajar

Turut dalam operasi tersebut, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Alfian Helmy, Kasi Operasi dan Pengendalian, Bambang Yustiyono, 3 (tiga) anggota Kesbangpol, 1 (satu) anggota dari Polres Lamongan, serta 13 (tiga belas) anggota Satpol PP lainnya

Dari gelar operasi tersebut, petugas berhasil menjaring 2 pasangan bukan suami istri yang sedang indehoy di dalam sebuah kamar hotel Lima Jaya yang berada di jalan raya Babat Lamongan. Pasangan tersebut adalah E-W (47), janda asal Desa Sambung, Jombang bersama, SW (54), seorang guru PNS sebuah sekolah dasar di kecamatan Kapas, warga Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, yang masih berstatus punya istri

Lalu S-K, janda warga Desa Kepohwaras, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro bersama pasangannya S-T (67), warga desa Ngadipuro, Kecamatan Widang, Tuban
Tidak hanya itu, petugas juga berhasil membawa 5 gadis yang didapati tanpa identitas penduduk, yang bekerja sebagai penjaga warung kopi di pasar agrobis Babat, mereka adalah MZK (18), warga Kecamatan Semanding, Tuban, DSW (24), warga Desa Blumbang, Kecamatan Kedungpring Lamongan, AW (19), warga Desa Galemmojo, Kecamatan Merakurak, Tuban, MK (19), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Senori, Tuban, SD (19), warga Desa Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan

Sedangkan dari hasil razia minuman keras, petugas berhasil menyita dari beberapa tempat yaitu cafe V.A, Mahkota Cafe Babat, dan satu warung penjual minuman keras milik Darmi, yang ketiga tempat tersebut tidak mampu menunjukkan ijin penjualan miras

“Untuk minuman keras yang berhasil kami sita, berasal dari dua cafe dan satu warung penjual miras, yang kami sita karena pemiliknya tidak mampu menunjukkan surat- surat ijin penjualan miras,” imbuh Bambang Hajar

Barang bukti yang di amankan dari razia ketiga tempat tersebut adalah arak sebanyak 22 botol air mineral besar, 58 arak botol Kratingdaeng, 68 botol bir bintang, 55 kaleng bir bintang, 104 botol bir hitam, dan 25 bir hitam kemasan kaleng

Semua barang-barang bukti yang berhasil disita tersebut diamankan untuk dibawa ke kantor Satpol-PP Lamongan.

Sedangkan untuk 2 (dua) pasangan mesum serta 5 (lima) gadis penjaga warung dibawa ke kantor Satpol-PP Lamongan untuk dilakukan pendataan dan membuat surat pernyataan lalu dikembalikan ke keluarga nya masing-masing

(Vid)

LEAVE A REPLY