Bau Limbah PT. KTM, Masih Dirasakan hingga Radius 20 KM

Bau Limbah PT. KTM, Masih Dirasakan hingga Radius 20 KM

9798
0
BERBAGI
.

LAMONGAN (M.Sindoraya) – Permasalahan limbah industri di Lamongan, nampaknya masih menjadi masalah yang serius. Kali ini, warga yang tinggal di beberapa Kecamatan di Kabupaten Lamongan, antara lain Kecamatan Sambeng, kecamatan Kedungpring, Kecamatan Modo, Kecamatan Bluluk, Kecamatan Sukorame, Kecamatan Sugio, Kecamatan Mantup dan sekitarnya, di resahkan dengan bau menyengat yang tidak sedap yang mengganggu keseharian mereka. Ironisnya, bau tersebut, berasal dari salah satu perusahaan industri besar, yaitu PT. Kebun Tebu Mas (KTM), yang berada di Kecamatan Ngimbang Lamongan

Menurut​ penuturan salah satu warga, M-S, warga yang tinggal di sekitaran waduk Gondang Kecamatan Sugio Lamongan, “awalnya saya berpikir, bau tersebut berasal dari kotoran kucing atau bangkai tikus. Saat itu saya mencari cari di sekitar rumah. Ternyata beberapa tetangga bilang kalau bau itu berasal dari limbah pabrik gula yang ada di Ngimbang,” ungkapnya

Dari hasil jajak pendapat yang berhasil dihimpun bersama warga oleh Kabiro Lamongan, Bojonegoro, Media Sindoraya (10/03). Warga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengatasi permasalahan tersebut

“Kami berharap ketegasan Pemda Lamongan untuk segera mengatasi permasalahan tersebut, agar kami bisa hidup lebih nyaman. Tolong, jangan biarkan masalah ini berlarut-larut, mohon Pemerintah tegak membela kepentingan rakyat, dan menjaga ketertiban sosial,” pungkasnya

Disisi lain, keresahan juga lebih dirasakan oleh warga Desa Pule Kecamatan Ngimbang Lamongan yang jaraknya lebih dekat dengan PT. KTM. Mereka menuturkan, selain dampak dari bau limbah, warga Pule juga meresahkan kurangnya sumber mata air bersih dan sumur warga sering mengurangi kekeringan.

“Untuk saat ini memang PT. KTM memberikan kompensasi air kepada warga, karena sumur- sumur kami sering kekeringan. Namun saat hujan dan terutama malam hari, bau menyengat yang berasal dari limbah pabrik tersebut sangat mengganggu kami. Mungkin saat itu, limbah pabrik dibuang ke kali Lamong, sehingga baunya menyebar ke pemukiman warga,” jelas HY, salah satu warga Desa Pule

HY menambahkan, “Bau tersebut sekarang menyebar ke beberapa wilayah di Lamongan, dan sudah banyak warga yang mengeluhkan hal itu,”

Terkait hal tersebut, pihak PT. KTM, Sandi, saat di konfirmasi lewat sambungan selularnya (12/03) menyatakan, akan menindaklanjuti ke pihak management, dirinya mengaku kalau saat ini sedang sakit

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Fakhruddin, memilih bungkam menanggapi hal tersebut. Berkali kali wartawan Sindoraya mencoba mengkonfirmasi, namun tidak pernah ada jawaban, walaupun ada nada sambung aktif

Padahal terkait limbah PT. KTM tersebut, pihak DLH sudah pernah memanggil management PT. KTM (01/03). Tetapi upaya tersebut hanyalah isapan jempol, dan belum terlihat dampak yang positif dari pemanggilan tersebut

(Vid/ rid)

LEAVE A REPLY