SUDAH GAGAL PANEN, HARGA JUAL PADI DI PACITAN ANJLOK.

SUDAH GAGAL PANEN, HARGA JUAL PADI DI PACITAN ANJLOK.

180
0
BERBAGI

Pacitan tegalombo (M.Sindoraya) – Harga jual padi petani Pacitan tidak stabil, apalagi ditambah gagal panen nya para petani dikarenakan banjir, serangan hama wereng dan potong leher yang selalu membuat resah para petani. Terbaru, sejumlah petani di Pacitan mengaku harga jual padi kering pada musim panen awal tahun ini mengalami penurunan. Seperti yang dialami ribut petani asal dusun salam, Desa kasihan, Kecamatan Tegalombo Pacitan.

Menurut penuturannya, saat ini, harga jual padi dalam kondisi kering senilai Rp 4000 per kilogram. Dampaknya, petani seperti ribut semakin enggan menjual padi,dan memilih menyimpan untuk konsumsi pribadi. ‘’Penurunan harga jual itu dampaknya terasa sekali. Keuntungan dari tanam padi sedikit sekali yang dapat dirasakan,’’ ungkap ribut kewartawan sindoraya pada Senin (13/3/2017).

Pada musim panen tahun lalu, harga jual padi kering mencapai Rp 4.500 per kilogram. Tahun lalu, ribut mengaku keuntungan dari penjualannya masih dapat dirasakan. Dia sanggup memanen 8 kwintal padi.

Setidaknya, dirasa cukup untuk menambah modal membeli pupuk dan bibit musim tanam berikutnya. Sementara tahun ini, turunnya harga jual dari pengepul padi kering membuat dia kesulitan memikirkan musim tanam berikutnya. ‘’ Kalau soal konsumsinya tidak masalah. Sebab sebagian saja yang dijual. Sisanya disimpan untuk dikonsumsi sendiri,’’ terangnya.
Karena harga jualnya tidak begitu menarik bagi petani,ribut pun lebih memilih padi panenannya. Dari 8 kwintal  yang telah dipanen, sekitar 3 kwintal yang akan dijual sisanya bakal disimpan untuk kebutuhan konsumsi keluarganya.

Jika sewaktu-waktu harga jual padi naik, ribut baru mulai menjualnya lagi dan sebagiannya lagi.‘’Disimpan supaya sewaktu-waktu harga naik, bisa dijual. Tergantung kebutuhan keluarga juga,’’ terangnya.

Hal senada diutarakan sutikno Petani asal dusun salam lainnya juga mengeluhkan turunnya harga padi kering. Terakhir dia menjual padi kering ke pengepul dengan harga Rp 3000 per kilogram. Jika masih dalam kondisi basah (baru dipetik), jauh lebih murah lagi. Harganya Rp 2000 per kilogram.

Terlebih, tanaman padinya juga diserang hama belalang (walang sangit). Dia sudah mengeluarkan uang cukup banyak untuk pestisida dan pupuk tanaman padinya.‘’Biaya pestisida dan pupuk itu sudah jutaan rupiah. Sementara keuntungannya jika dijual juga tidak seberapa. Jadi ya lebih baik disimpan saja,’’ kata Sutikno ke sindoraya.

(yuan)

LEAVE A REPLY