DLH Lamongan, Dinilai Kurang Tegas Atasi Bau Limbah PT. KTM

DLH Lamongan, Dinilai Kurang Tegas Atasi Bau Limbah PT. KTM

422
0
BERBAGI

Lamongan (M. Sindoraya) – Persoalan bau busuk yang ditimbulkan dari limbah industri PT. Kebun Tebu Mas (KTM) yang berada di Kecamatan Ngimbang masih saja menjadi polemik. Walau sudah ada tindakan pemanggilan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup terhadap management PT. KTM (01/03, red), namun tetap saja bau busuk masih menyengat.

Hal tersebut kembali dikeluhkan oleh salah satu warga di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang, A-M, menurutnya, “bau busuk yang ditimbulkan dari PT. KTM sudah keterlaluan, hingga saya dan warga yang lain mual-mual,” Kamis, (16/03)

Pernyataan yang sama juga dinyatakan oleh salah satu warga di Kecamatan Modo, S-Y, yang mengaku bahwa di lingkungannya juga tercium aroma busuk tersebut, “Di wilayah saya juga tercium dan sangat busuk, padahal lokasinya jauh,”

Bahkan warga di Kecamatan Sugio, juga mengeluhkan, “Kami semua terganggu dengan aroma bau busuk tersebut, dan itu kami rasakan hampir setiap hari,” terang W-W

Menanggapi hal tersebut, Ari Hidayat, Aktivis Serikat Pekerja Nasional (SPN) menjelaskan, bahwa kegiatan industri yang di selenggarakan di Lamongan hakekatnya adalah untuk mensejahterakan masyarakat Lamongan.
Dalam hal ini perusahaan hendaknya mematuhi berbagai peraturan yang ada.

“Sebanyak mungkin perusahaan semestinya memberi manfaat sebesar besarnya untuk masyarakat Lamongan, jangan hanya memberikan dampak negatif dari kegiatan industri seperti bau busuk serta pencemaran. Karena harapan masyarakat Lamongan sangat besar pada industri ini, mulai dari penyediaan bahan baku yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tebu, khususnya petani di Lamongan,” ungkap Ari

Masih menurut Ari, “Keberadaan Perusahaan semestinya memiliki pengaruh positif terhadap lingkungan sekitar, baik pembangunan infrastruktur dan lain lain. Sehingga keberadaan perusahaan bukan menjadi persoalan baru buat masyarakat namun menjadi solusi dalam peningkatan kesejahteraan,”

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, dan ditanya terkait sikap DLH atas upaya pemanggilan yang sudah dilakukan terhadap management PT. KTM saat itu (01/03, red), Fakhruddin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, menyatakan masih berada diluar kota.

“Saya masih dinas luar,” jawabnya singkat (16/03)

Sementara itu Kabid Penanggulangan Pencemaran Lingkungan DLH, Budi Farid, juga memilih bungkam saat di konfirmasi wartawan lewat pesan pendek nya, (16/03)

“Persoalan bau busuk hendaknya tidak sekedar selesai pada tatanan formalitas saja. Namun jangan sampai limbah industri membuat kondisi lingkungan tidak baik. Baik terhadap kondisi kesehatan masyarakat atau berdampak buruk pada mata pencarian masyarakat. Sebab PT. KTM yang notabennya perusahaan gula terbesar di Asia Tenggara semestinya sudah selesai dalam pengelolaan limbah industri. Terkait keluhan masyarakat tersebut, diharapkan Pihak Dinas Lingkungan Hidup, harus lebih tegas lagi dalam mengatasi nya,” sambung Ari

(Vid)

LEAVE A REPLY