SPKEP SPSI Minta IUP PT ADT Dinjau Kembali

SPKEP SPSI Minta IUP PT ADT Dinjau Kembali

162
0
BERBAGI
Ketua SPKEP SPSI Malut, Amin Drakel

SOFIFI (M Sindoraya)– Penggusuran lahan dan perkebunan warga lingkar tambang yang dilakukan PT Adi Daya Tangguh (ADT), yang berujung pada penangkapn 17 warga oleh anggoat Polres Sula mendapat respon dari Serikat Perkerja Kimia Energy dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP SPSI) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Ketua SPKEP SPSI Malut, Amin Drakel, mengatakan, tindakan yang dilakukan PT ADT itu mestinya direspon Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut, karena izin pertambangan sudah diambil alih oleh Provinsi. Sehingga, Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT ADT untuk ditinjau kembali. “Izinya harus ditinjau karena itu merupakan izin yang dikeluarkan pemerintah kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), kalau ternyata ditemukan tidak sesuai maka harus ditinjau dan kalau perlu dicabut izin oprasinya karena dinilai telah melanggar,” ujar Amin yang juga anggota komisi IV DPRD Malut saat dikonfirmasi wartawan Kamis (16/3).

Amin menyebutkan, juga menyesalkan tindak yang dilakukan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di areal pertambangan. Mestinya aparat kepolisian harus netral dan tetap melindungi masyarakat. “Persoalnnya kan ada penggusuran informasi yang kami dapat, kalaupun terjadi gejolak polisi jangan memilhak ke salah satu namun dapat sebagai penegak dengan netral,”tegasnya.
Atas kejadian tersebut, Kata Amin pihaknya akan turun ke Taliabu untuk meninjau lokasi pertambangan di Taliabu. “Waktu dekat akan ke lokasi, mungkin minggu depan sudah bisa ke Taliabu,” terangnya.
(Ces)

LEAVE A REPLY