Minat Wisata Mancing di Maluku Utara Cukup Tinggi

Minat Wisata Mancing di Maluku Utara Cukup Tinggi

180
0
BERBAGI
Kadis DKP Malut Buyung Rajiloen

 

Malut (M Sindoraya) – Minat wisata mancing di Maluku Utara, bisa dikatakan cukup tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain. Terbukti saat pegelaran lomba mancing di Morotai tahun 2016 lalu, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 4.000 lebih.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Maluku Utara, Buyung Rajilun, mengaku provinsi kepulauan dengan jumlah 1.474 pulau, memiliki kekayaan laut yang melimpah. Kelebih inilah, pihaknya ikut mendorong promosi wisata pantai melalui wisata mancing atau lomba mancing yang spotnya sikitar tempat wisata.

“Tahun lalu di Morotai dari 4.000 lebih peserta, panitia hanya menerima 116 orang baik domestik maupun manca negara karena keterbatasan sarana pra sarana. Namun jumlah kunjungan wisatawan mencapai ribuan, meningkat dratis saat pelaksanaan lomba,” kata Buyung.

Untuk memikat minat wisatawan menyalurkan hobi mancing, tahun 2017 bakal digelar tiga lomba mancing di tiga kabupaten berbeda, dimulai 18-20 Mei 2017 di Halmahera Timur, 27-29 Juli 2017 di Pulau Morotai dan event Widi International Fishing Tournament (WIFT) yang rencanya berlangsung 25-29 Oktober 2017 di Halmahera Selatan.”Minat wisatawan untuk mencing di Maluku Utara cukup tinggi. Lomba mancing dari awalnya hanya satu kali, tahun ini menjadi tiga kali,” tegasnya.

Puncak lomba mancing di Maluku Utara, memperebut piala Presiden yang spot mancingnya dipusatkan di Pulau Widi, Halmahera Selatan, pulau yang penuh hamparan luas pasir putih sejauh memandang. “Widi sangat layak dijadikan spot mancing bertaraf internasional, selain objek wisata pantai juga wisata mancing yang akan didorong, mancing ada sekitar pulau Widi,” cetusnya.

Ikan-ikan yang diincar pemancing, seperti, Tuna Gigi Anjing (dogtooth tuna), Marli, Bobara (Trevally Fish) dan lainnya, banyak terdapat di sekitar Widi karena karang bawah lautnya masih alamiah. Panitia bakal menyediakan 50 kapal nelayan untuk peserta mancing dari sebelumnya di Morotai hanya 14 kapal.

“Kita akan menyiapakan 50 kapal, dinas menyediakan 20 dan 20 disediakan sponsor karena fishing di Morotai kemarin kita sudah punya 10 kapal. Nanti ditambah lagi ribuan perahu nelayan,” ungkap Buyung.

Lomba WIFT rencananya dibuka langsung Presiden Joko Widodo, diharapkan menopang kunjungan wisatawan ke Maluku Utara mencapai 5.000-10.000 orang selama lomba pancing. Peserta bakal mendapat tantangan tersendiri saat menuju ke spot pemancingan setelah pembukaan di Babang.

“Akses menuju lokasi tidak bermasalah, peserta mancing yang berkeinginan agar bisa mendapatkan hobi kepuasan untuk mancing, dia pasti lakukan. Karena mancing tidak jauh dari pulau Widi, ketika mereka turun dari kapal cepat dan naik di kapal nelayan itu sudah dekat dengan spot, itu yang mereka inginkan,” tambah Buyung.

Bagi treveling yang hendak menyalurkan hoba atau hanya ingin menyaksikan pelaksanaan lomba dan keindahan pulau Widi, anda bisa datang diwaktu tersebut

(reza)

LEAVE A REPLY