SELAMAT JALAN PEJUANG SEJATI PERINDO PASURUAN

SELAMAT JALAN PEJUANG SEJATI PERINDO PASURUAN

716
0
BERBAGI
Alm. Sugianto H. Faisol Ibrahim dan biasa dipanggil Abah Faisol bersama istri tercintanya

 

Pasuruan, Media Sindoraya

27 Maret 2017. Pk. 12.00 –¬†Kemaren, hari ahad (minggu.red) 26 Maret 2017, pk. 07.13 wib saat saya memberi pengajian di pondok modern Bustanul Quran Nurul Azhar Ngoro-Mojokerto, diatas podium hp saya bergetar. Biasanya saya tdk perduli dg hp kalo sdng ceramah. Tapi entah kekuatan apa yg menggerakkan jd saya sambil ceramah, memungut hp diatas podium (mimbar ceramah.red) dan membaca wa pendek dr Ketua DPD Partai Perindo Kab. Pasuruan. “Innalillahi wa inna illaihi rajiun, Abah Faisol kapundut…kita kehilangan sosok militan” pesan wa yg membuat saya gelisah.

Selesai ceramah, saya memastikan kebenaran berita tsb. Dan jawaban sdr. Bambang Heri Purnomo yg biasa saya panggil Kresek selaku ketua DPD partai Perindo, menambah gundah perasaan saya saat di podium tadi. “Iya pak Haji, Abah Faisol meninggal barusan di RS daerah Lawang” begitu tegasnya Kresek ke saya.

Sejenak terlintas dipikiran saya selaku ketua DPW partai Perindo Jawa Timur, saya kehilangan pilar utama Perindo di Kab Pasuruan yg terkenal sebagai daerah santri nan hijau penuh pondok pesantren dengan para kiyainya yg kharismatik dipercaya setiap ucapannya oleh para pengikutnya. Abah Faisol adalah kader militan Perindo utk Kab Pasuruan. Saya mengenal lama beliau sejak sama-sama aktif di partai. Dan begitu partai Perindo berdiri bersama dengan Bambang Kresek, kita sama-sama jd pengurus. “Militansinya tak tertandingi, kita semua khusus partai Perindo kehilangan sosok pejuang sejati” itu kalimat saya saat diminta memberi sambutan dihadapan keluarga di rumahnya nan asri di sebuah desa Andonosari kec Tutur yg dekat dg Gunung Bromo.

Keseharian Sugianto H. Faisol Ibrahim dan biasa dipanggil Abah Faisol ini sangat sederhana dan terkesan tidak mau menonjolkan diri apalagi dengan kekayaannya. Beliau adalah pemilik lahan apel yg terpandang dan luas di daerah Tutur, Tosari, hingga Ngembal Pasuruan. Dia juga ketua koperasi petani apel disana, selain menjadi penyalur pupuk dan produsen teh apel yang terkenal di Tutur Pasuruan. Beliau juga pengurus IMI (Ikatan Motor Indonesia) Cabang Kab Pasuruan. Maka tidak heran jika dia memiliki banyak sepeda motor balab dan  club balap motor yg menjadikan salah satu anaknya pembalab yg disegani di Pasuruan. Dengan segala kekayaannya dia sangat ramah dan bersahabat dengan banyak kalangan. Sosok menyenangkan dengan gaya bicara yg ceplas ceplos dan suka humor.

In memoriam, Abah Faisol saat sedang sakit ditemani para sahabat

Saat takjiah kemaren (26 Maret 2017 pk 11.00) di rumah duka dusun Sugro RT 01 RW 02 Andonosari Tutur Pasuruan, nampak banyak tokoh politisi lintas partai dan rekan2 ponpes dr berbagai wilayah di Pasuruan. Semua merasa kehilangan. Apa yg paling menarik diperbincang? Rata-rata bicara tentang satu hal yaitu kecintaannya pada partai Perindo yang sangat istimewa, contoh beliau memiliki kebun apel dan produksi teh apel, demi utk kemajuan Perindo hasil panen apelnya dibagi-bagikan ke warga juga pengurus Perindo. Teh Apelnya diberi title Teh Perindo meski dipasarkan terbatas. Tidak itu saja, 4 hari sebelum meninggal, beliau harus menikahkan keponakannya, acara pernikahan yg sakral beliau ubah menjadi acara kampanye Perindo yg meriah. Tidak saja ambulance Perindo yg diminta tampil tp bendera, spanduk dan rombongan pengurus berseragampun diminta ambil bagian. “Abah, ini pernikahan atau kampanye Perindo” kata Kresek bergurau dengan Abah Faisol. Almarhum saat itu menjawab dengan gayanya yg lugas, “semua orang Tutur harus tahu kalo saya ikut Perindo dan saya ingin ada yg jadi wakil Perindo dari sini”. Semangatnya berperindo dia tunjukkan malam hari menjelang wafat beliau, disaat sakit yg diingat bukan ke rumah sakit tapi dia ingin menghadiri acara pembukaan bola volly turnamen HT Cup di Pandaan. Dengan alasan ada saya ketua DPW yg hadir. Saya yg tdk tahu kalo dia sakit saya bilang, “lho abah kok ngilang…..saya tunggu di lapangan volly ya ini nonton bantengan”. Dia bukan bilang kalo sakit, tapi menjanjikan akan hadir segera. Sungguh saya menyesal itu adalah percakapan terakhir dengan almarhum yg lahir 8 Agustus 1968.

Hari ini sosok pejuang sejati Perindo tersebut telah meninggalkan kita. Semoga ada banyak Abah Faisol lain yg lahir tidak saja di Pasuruan tapi juga di setiap hati kader partai Perindo. Dia mengorbankan harta dan waktunya buat Perindo yg sangat dia cintai. Kemaren saya bicara dengan anak-anak almarhum, mas Doni yg diharapkan jadi politisi handal, mas Rohim yg diharapkan jadi petani apel yg sukses dan mas Rahman yg baru saja dibelikan motor balab agar sukses dalam ajang kejuaran IMI Motor Cross 2017, dengan kalimat pendek saya bilang, “mas Doni dan adek2….mhn ada yg melanjutkan perjuangan ayahanda di Perindo. Dia sosok pejuang sejati”.

Selamat jalan Abah Faisol, perjuanganmu buat partai Perindo tak akan kami lupakan.

Selamat jalan Abah Faisol, perjuanganmu buat partai Perindo tak akan kami lupakan.

 

Dari Sahabatmu : Muhammad Mirdasy (Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur)

(nawi)

LEAVE A REPLY