GMK, Ancam Turun Jalan Tuntut Pemda dan DPRD Lamongan Tutup PT. KTM

GMK, Ancam Turun Jalan Tuntut Pemda dan DPRD Lamongan Tutup PT. KTM

878
0
BERBAGI
Foto Hadi Mulyono Ketua GMK

– Bau busuk yang di resahkan sebagian besar warga Kabupaten Lamongan, yang ditimbulkan dari limbah PT. Kebun Tebu Mas (KTM) sebagai perusahaan industri gula terbesar di Asia yang berada di Kecamatan Ngimbang, sudah benar- benar membuat masyarakat geram. Tak hanya itu, beberapa organisasi seperti PMII, Ansor, LSM hingga Partai Politik pun ikut mengecam PT. KTM dan Pemkab Lamongan karena dinilai ompong untuk mengatasi permasalahan bau busuk tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Hadi Mulyono, selaku ketua pergerakan yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Kembangbahu (GMK) pun turut menyampaikan tuntutannya kepada Pemda dan PT. KTM, agar mereka dapat segera menuntaskan masalah bau limbah yang di resahkan sebagian besar masyarakat Lamongan tersebut, sehingga masyarakat bisa kembali hidup lebih nyaman.

“Kami mengecam kepada Pemda Lamongan, agar bertindak tegas terhadap PT. KTM, untuk segera menuntaskan keluhan masyarakat yang hingga detik ini masih dirasakan, dengan suguhan bau busuk yang berasal dari limbah PT. KTM yang ada di Ngimbang,” tegas Hadi

Hadi menganggap, “Keluhan Masyarakat selama ini seolah-olah tidak ada artinya dan tidak pernah digubris, padahal hal ini sudah bukan rahasia umum lagi, dan bahkan jadi masalah sehari-hari. Kalau Pemda masih peduli dengan rakyat, harusnya segera mereka tuntaskan masalah ini,” terang Hadi

Hadi menambahkan, dalam hal ini Gerakan Masyarakat Kembangbahu (GMK), akan turun jalan guna melakukan protes ke Pemda dan DPRD Lamongan, atas permasalah limbah tersebut.

“Kami dari seluruh elemen masyarakat Kembangbahu akan turun jalan untuk melakukan protes ke Pemda dan DPRD Lamongan, hingga permasalahan bau limbah tersebut benar -benar tuntas, dan masyarakat kembali hidup nyaman. Bila perlu, kami akan tuntut Pemda Lamongan untuk menutup pabrik gula tersebut dan dilarang beroperasi di Lamongan. Sekaligus kami ingin tahu, dalam hal ini Bupati Lamongan memang tidak tegas atau terlibat” imbuhnya

Sebelumnya, pihak manajemen PT. KTM sudah pernah dipanggil oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan (01/03.red). Dalam pemanggilan tersebut, pihak Manajemen PT. KTM di mintai keterangan untuk mempertanggung jawabkan bau busuk limbah yang selama ini dikeluhkan masyarakat sekitar pabrik.

Dalam penjelasannya waktu itu, (01/03.red). Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Fakhruddin menjelaskan telah mendesak, “agar pihak management PT. KTM segera menghilangkan sumber bau busuk yang selama ini dikeluhkan oleh warga, paling tidak jika masih belum memiliki tempat atau gudang yang layak untuk sementara ampas tebu tersebut ditutup menggunakan terpal sehingga bisa meminimalisir bau busuk,” ungkapnya

Sementara terkait pencemaran kali Lamong, Kabid Penanggulangan Pencemaran Lingkungan, Budi Farid, juga pernah membenarkan adanya informasi pencemaran kali tersebut

“Memang benar, PT. KTM pernah mencemari Kali Lamong sehingga sempat membuat geger masyarakat waktu itu, namun itu sudah terjadi lama yakni pada bulan September 2016 lalu,”ungkap Farid, (01/03. Red)

Bahkan Farid menambahkan, “itu bukan karena kesengajaan, saat itu terjadi kesalahan produksi yang mengakibatkan olahan Molasis tersebut meluber lantaran terkena suhu panas yang terlalu tinggi. Namun PT. KTM sendiri sudah bertanggung jawab dengan menyedot kembali limbah yang ada di kali Lamong sehingga kembali bersih,”pungkasnya.

Namun semua upaya itu, masih saja belum menunjukkan hasil yang positif. Hingga detik ini, masyarakat Lamongan, masih saja diduguhi dengan bau busuk layaknya bangkai yang timbul dari limbah PT. Kebun Tebu Mas (KTM).

(Vid)

LEAVE A REPLY