Presiden Jokowi : Politik dan Agama “HARUS” Dipisahkan

Presiden Jokowi : Politik dan Agama “HARUS” Dipisahkan

188
0
BERBAGI
Presiden Jokowi bersama Habib Luthfi bin Yahya

Surabaya (M.Sindoraya) – Beberapa hari yang lalu Presiden Jokowi sempat membuat heboh banyak orang dengan pernyataannya saat peresmian Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus Tapanuli Tengah Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017), saat itu Presiden Jokowi berkata:

“Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada, karena pilgub, pilihan bupati, pilihan wali kota, inilah yang harus kita hindarkan,” kata Presiden.

Karena rentan gesekan itulah, Presiden Joko Widodo meminta semua pihak agar memisahkan persoalan politik dan agama. Menurut Presiden, pemisahan tersebut untuk menghindari gesekan antar umat.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga berpesan kepada masyarakat untuk menghindari konflik horizontal, seperti konflik antar suku atau antaragama. Keberagaman suku, agama, dan bahasa, kata Kepala Negara, justru harus jadi kekuatan NKRI.”Saya hanya ingin titip ini mumpung pas di Sumatera Utara, ingin mengingatkan semuanya bahwa bangsa kita terdiri dari macam-macam suku dan agama, bermacam-macam ras,” ungkapnya.

” Indonesia terdiri atas 714 suku dan 1.100 bahasa daerah. Itu menjadi keanekaragaman bangsa yang harus terus ditanamkan kepada masyarakat,” Tutur Presiden.

“Suku yang saya ingat, Suku Gayo, Suku Batak, Suku Sasak, Suku Minang, Suku Dayak, Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi, yang paling ujung timur Suku Asmat, Suku Bugis, dan yang lain-lainnya,” sebut Jokowi.

Presiden meminta para pemuka agama untuk mengingatkan para umatnya tentang keragaman yang harus dirawat agar tidak menimbulkan perpecahan.

“Para ulama agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan pada kita semua, bahwa kita ini memang beragam, anugerah yang diberikan Allah bahwa kita beragam,” katanya.

Presiden mengatakan, jika perbedaan bisa dirawat dan dipersatukan akan menjadi kekuatan besar.

“Ini ada sebuah kekuatan besar, sebuah potensi besar, tetapi kalau kita tidak bisa menjaga dan merawat, ada gesekan, ada pertikaian, itulah yang harusnya yang awal-awalnya kita ingatkan,” pungkas Presiden Jokowi.

(red)

LEAVE A REPLY