Sampaikan Aspirasi Masyarakat, Partai Perindo Kunjungi PT. KTM

Sampaikan Aspirasi Masyarakat, Partai Perindo Kunjungi PT. KTM

208
0
BERBAGI

Lamongan (M. Sindoraya) – Menanggapi keluhan dari sebagian besar masyarakat Lamongan yang terdampak pada bau limbah dari PT. Kebun Tebu Mas (KTM) yang berada di kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Hari ini, Kamis (06/04), Ketua DPD Partai Perindo Lamongan, Didik Supardi, dan Ketua DPC Partai Perindo Kecamatan Kembangbahu, Hadi Mulyono, serta di dampingi oleh ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brandal, Muklas, bertemu dengan direksi PT. Kebun Tebu Mas (KTM).

Selain untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Lamongan hal ini juga dilakukan dengan tujuan ingin meninjau langsung keadaan dan penyebab apa sehingga terjadi bau tidak sedap yang meresahkan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Didik Supardi beserta rombongan di ajak menelisir keadaan di dalam Pabrik serta di jelaskan pula kendala-kendala yang terjadi di dalam pabrik.

“Kunjungan kami ke PT. Kebun Tebu Mas ini, guna menyampaikan aspirasi masyarakat Lamongan yang terdampak atas bau limbah yang ditimbulkan dari pabrik gula terbesar se Asia Tenggara ini. Sekaligus kami ingin tahu penyebab apa yang menjadikan bau tidak sedap tersebut serta ingin menyampaikan solusi solusi kami dalam mengatasinya,” ungkap Didik

Dalam pertemuan itu, dan berdasarkan apa yang sudah dijelaskan oleh pihak management PT. KTM, Partai Perindo menghimbau agar pihak KTM harus segera menyelesaikan kolam equalisasi yang roboh.  Sehingga keadaan ini dapat kembali kondusif dan sungai dapat kembali di netralisir dan tidak akan tercemar lebih besar lagi, karena memang di akui sungai di sekitar pabrik memang sudah tercemar.

Selain hal tersebut, Partai Perindo meminta agar management PT. KTM proaktif kepada masyarakat dengan membuat call center agar masyarakat bisa langsung menghubungi dengan mudah andaikan ada bau lagi yang membahayakan masyarakat.

Sementara dari pihak management PT. KTM, menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan permasalahan ini dalam kurun waktu minimal 120 hari.

“Saya sangat berterima kasih atas kedatangan Partai Perindo beserta teman teman LSM ke PT. KTM. Karena dengan langkah ini, kami dapat mendengar keluhan masyarakat Lamongan khususnya yang terdampak dari aktivitas industri kami. Serta dengan apa yang sudah di sampaikan tadi menjadi dorongan dan motifasi kami untuk segera menyelesaikan faktor faktor kendala yang diresahkan masyarakat dengan suguhan bau limbah dan tercemar nya sungai yang ada saat ini. Semoga ini menjadi pelajaran besar bagi kami dan untuk perbaikan kami kedepan,” ungkap Adi Sasongko

Adi Sasongko juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Lamongan atas Keresahan ini, “Saya mewakili management PT. KTM, memohon maaf kepada seluruh masyarakat kota Lamongan atas keresahan yang ditimbulkan akibat aktivitas industri kami. Kami mohon kesabaran Masyarakat, dengan upaya upaya penyelesaian yang kami lakukan,” ujarnya

PT. Kebun Tebu Mas (KTM) adalah Pabrik produksi gula terbesar se Asia Tenggara yang dibangun di wilayah kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Dalam perjalanannya, pada tanggal 26 Agustus 2016, pabrik tersebut mengalami musibah letupan tetes tangki karena tidak kuat menampung banyak nya limbah. Namun upaya untuk mengatasi hal tersebut sudah dilakukan dengan berusaha menahan tumpahan agar tidak masuk sungai dengan menampung tumpahan pada kolam yang tersedia, namun sayangnya tumpahan tersebut tidak dapat di proses dengan cepat sehingga menimbulkan bau.

Selain itu, management berusaha memaksimalkan pengolah unit Ipal dengan cara menambah jumlah bibit bakteri pengolah limbah. Namun upaya tersebut juga masih belum dapat maksimal, sehingga kolam perata (kolam ekualisasi) air limbah pada tanggal 24 Oktober 2016, roboh.

Robohnya kolam perata tersebut menyebabkan semua tumpahan yang tertampung di kolam bercampur dengan tumpahan tetes. Tumpahan ini tidak dapat diproses dengan cepat sehingga menimbulkan bau. Untuk mengatasi nya, management melakukan upaya menghilangkan bau dengan memasang aerator untuk menambah oksigen dalam air limbah, menambahkan kapur dan soda, memaksimalkan pengolahan unit Ipal.

Semua upaya tersebut dilakukan sebagai upaya sementara dalam meminimalisir efek bau yang terjadi. Hingga diselesaikan nya upaya terakhir dengan menyelesaikan membangun kembali kolam perata atau ekualisasi, yang ditargetkan akhir Juni selesai.

Hadi Mulyono, Ketua DPC Partai Perindo Kecamatan Kembangbahu dalam kunjungan ini juga menyampaikan, “ini adalah langkah untuk mencari solusi yang terbaik. Semoga dengan upaya pendekatan ini, akan bermanfaat bagi semuanya khususnya untuk Masyarakat Lamongan, dan permasalahan yang terjadi dapat selesai dengan cara terbaik,” ungkapnya

(Vid)

LEAVE A REPLY