Satgas Yonif 726/Tamalatea Amankan Senpi

Satgas Yonif 726/Tamalatea Amankan Senpi

219
0
BERBAGI

 

TERNATE (M. Sindoraya) –  Meskipun baru lima bulan bertugas di provinsi Maluku Utara Satgas Yonif 726 Tamalatea berhasil mengamankan puluhan senjata dengan berbagai jenis.

Penggalangan senjata api baik organik maupun rakitan yang dimiliki masyarakat, belum lama ini mendapatkan satu pucuk senjata Mesin Berat (SMB) jenis Browning Machine Sul Cal 50 mm dengan registrasi U.S 315639 buatan Amerikan Serikat. Selain satu pucuk SMB tersebut, juga berhasil mengamankan 7 pucuk senjata api organic berbagai jenis

Seperti halnya pada 4 April lalu berhasil mendapatkan 1 (satu) pucuk Senjata Mesin Berat (SMB) jenis Browning Machine Sun Cal. 50 mm dengan kode registrasi U.S 315639 produksi Amerika Serikat yang diperoleh dari masyarakat Desa Popilo Kec. Tobelo Halmahera Utara oleh personel Satgas yang dipimpin Kapten Inf Irfan Nasir (Komandan SSK IV Mede).

Selain itu juga tercatat perolehan 7 pucuk senjata api organik berbagai jenis antara lain senapan laras panjang Garrand, Arizakan dan Springfield M 1903, dan 10 bahan peledak jenis Boby Trap dan rakitan, 609 butir amunisi B kaliber, 1 buah magazen senapan M16 serta 2 pucuk laras rakitan

Keberadaannya Satgas Yonif 726/Tamalatea di Maluku Utara diperbantukan untuk menjaga situasi rawan yang terjadi dan juga menjalankan fungsi pembinaan dan penggalangan terotorial  untuk memperoleh senjata apai yang masih dimiliki masyarakat. Senjata apai dan bahan peledak ini diperoleh dari masyarakat Desa Popilo Kec. Tobelo Halmahera Utara oleh personil Satgas yang dipimpin Kapten Inf Irfan Nasir (Komandan SSK IV Mede).

Komandan Satgas Yonif 726/Tml Kapten Inf Ary Eko P kepada wartawan di Pos Kotis Kamis (6/4) mengatakan, bermacam-macam i senjata hasil penggalangan dari masyarakat merupakan hasil kerja keras seluruh Personil satgas di lapangan yang senantiasa berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat khususnya di sekitar wilayah pos masing-masing. Padaakhirnya dengan pendekatan secara kekeluargaan serta pemberian pemahaman tentang bahaya maupun ancaman hukuman apabila menguasai senjata api illegal juga pemberian jaminan rasa aman sehingga masyarakat secara sukarela menyerahkan senjata api organik maupun rakitan kepada personel satgas.

Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Sachono, mengatakan pelaksanaan tugas Satgas Yonif 726/Tamalatea yang belum lama bertugas di Maluku Utara, berjalan baik dan mampuh menunjukan kinerja sangat baik dengan indikator stabilitas situasi keamanan di Wilayah Maluku Utara.

(sdn)

LEAVE A REPLY