Diskrimiasi Dua ABK KM Karmando : INSA Ancam Mogok Operasi

Diskrimiasi Dua ABK KM Karmando : INSA Ancam Mogok Operasi

393
0
BERBAGI
Jumpa Pers Kuasa Hukum ABK KM Karmando dan INSA di Caffe Soccer. Jumat, 7/4

 

TERNATE- (M Sindoraya) Masih ingat peristiwa tenggelamnya KM Karmando yang menelan beberapa korban. Kasus tersebut di tangani Polda Maluku Utara dan dianggap arogan yang berlebihan. Penetapan empat tersangka, nahkoda kapal, pemilik kapal, dan dua agen yaitu direktur dan staf kapal diduga mencederai hukum.

Kuasa Hukum (PH) Mahrani Karolina kepada wartawan di Caffe Soccer Jumat (7/4) mengatakan, pihak polisi yang menegani kasus tenggalam Km Karmando sebelumnya menetapkan empat tersangka. Akan tetapi dua diantaranya di bebaskan pada 19 Februari sementara dua agen kapal tidak dibebaskan sehingga akan lakukan prapengadilan terkait penetapan tersangka dua agen kapal tersebut. ” Dari sisi mana dua agen kapal dapat ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Lanjut dia, sebelumnya putusan prapradilan itu dikabulkan Hakim, penetapan tersangka dan surat penahan dari pihak Polisi dinyatakan tidak sah,” ujarnya, dan Kamis Malam sekitar Pukul 19:00 WIT pihak polisi menjemput kedua tersangka dirutan untuk dibebaskan.

Anehya dibawah ke Polres Ternate, kedua agen kembali ditahan dengan pasal dan sangkaan yang sama untuk dijadikan tersangka ulang. Tindakan itu terlalu arogan karena tidak mengormati putusan Hakim saat putusan prapradilan. ” Polisi menggunakan kewenangan dan kekuasan untuk dipertontonkan kepada public terkait tindakan mereka,” kritiknya.

Terpisah kepala pelayaran laut dan ketua INSA Ternate, Rusatam Hamza menambahkan, selaku asosiasi pelayaran nasional menyesalkan sikap polisi yang diduga mendiskrinminasi pengusa kapal itu akan dibawah ke ranah hukum. Menurutnya, rekan-rekan yang ditetapkan tersangka sangat mengahargai hukum yang sementara berjalan.

Masalah ini membuat INSA mengabil sikap untuk melakukan mogok secara total seluruh armada laut yang beroprasi di 10 kapubaten dibawah kontrol organsasi akan diistrahatkan hingga kedua rekanya dibebaskan.

” Trayek ke Bacan, Jailolo, Gane Barat, dan lain-lain kita hentikan sementara waktu,” tambah Rusatam, ” Ini bentuk protes atas tindakan kesewengan yang dilakukan polisi “.

Tambahnya lagi, Banyak hal sebenarnya masalah di industri pelayaran. Namun ini puncak masalah yang dihadapi. Kami menginginkan mitra yang masuk dalam forum maritim yang bernaung di industri pelayaran ini agar dibina berkelanjutan.

” Sepanjang perjalanan, industri pelayaran ini menuai banyak masalah akan tetapi masih mampu menjaga keamanan dan berkordinasi dengan pihak polisi.  Namun sikap arogansi terus ditunjukkan sehingga tidak mampu dihadapi. Hal ini mengusik kebatinan sehingga kami akan melakukan mogok dalam waktu yang tidak tentukan,” ancamnya.

(ces)

LEAVE A REPLY