Melayani Masyarakat dengan Lebih Baik, UK Petra Buka Klinik Pratama

Melayani Masyarakat dengan Lebih Baik, UK Petra Buka Klinik Pratama

182
0
BERBAGI
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Surabaya (M.Sindoraya) – Terus berbenah. Universitas Kristen Petra sebagai salah satu institusi pendidikan swasta di Surabaya terus membenahi dirinya salah satunya dengan menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar Siwalankerto. Berusaha menjalankan visi menjadi universitas yang peduli dan global dengan komitmen pada nilai-nilai kristiani yang senantiasa merangkai perubahan demi kemajuan mahasiswa, civitas akademika, dan lingkungan sekitar, tidaklah mudah. Salah satu implementasi nyatanya, dibukanya Klinik Pratama UK Petra sejak Maret 2017. Pada awalnya, layanan pengobatan ini berdiri dengan nama Balai Pengobatan Poliklinik UK Petra, namun menurut peraturan Dinas Kesehatan, hanya ada dua jenis klinik yang diakui yakni Klinik Pratama, yang melayani umum atau gigi dan Klinik Utama atau spesialis yakni melayani spesialisasi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Klinik Pratama adalah klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar. Dalam hal ini, UK Petra memiliki layanan umum dan gigi. Layanan kesehatan ini ditujukan bagi kalangan civitas akademika UK Petra (mahasiswa, staf/karyawan, dan dosen) dan masyarakat lingkungan sekitar (umum). Komitmen UK Petra dalam hal pelayanan tercermin dalam kepedulian dalam berbagai bidang, salah satunya adalah dalam bidang kesehatan, dimana pembukaan Klinik Pratama ini sedianya dapat berdampak membantu masyarakat dalam bidang kesehatan.

Kendati demikian, untuk mengubah status menjadi Klinik Pratama ternyata prosesnya tidak mudah. Proses ini dilaksanakan UK Petra sejak Mei 2014 dan akhirnya diberi izin oleh Pemkot Surabaya pada Maret 2017. UK Petra bekerja keras selama dua tahun untuk mengantongi izin resmi dari Pemerintah. “Proses ini berjalan dari bulan Mei 2014, hingga akhirnya kami dapat menyelesaikan proses ini dengan baik. Banyak tantangan yang dihadapi, karena kami melalui jalur yang seharusnya, kami tidak memberikan gratifikasi atau apapun. Harapannya, Klinik Pratama ini bukan hanya bermanfaat bagi kalangan civitas akademika UK Petra, namun juga sebagai bentuk sosial kepada masyarakat,” urai Agus Arianto Toly, S.E.,Ak.,M.S.A., selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi & Keuangan UK Petra.

Proses yang cukup panjang ini tidak menghentikan langkah UK Petra untuk terus memperbaiki diri. Banyak proses yang dilalui seperti salah satunya harus memberi surat pernyataan kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL). Hal ini untuk memastikan bahwa lingkungan sekitar aman untuk dibukanya Klinik Pratama dari segi jenis limbah. Untuk lolos dalam proses ini, tim klinik UK Petra bekerja sama dengan elemen terkait lainnya untuk membeli dan memasang alat limbah baru. Alat ini dipasang untuk menetralkan jenis limbah yang diproduksi oleh klinik agar tidak mencemari lingkungan.

Selain itu, untuk memenuhi syarat dari Dinas Kesehatan, klinik UK Petra harus melengkapi dan  memperbaharui alat kalibrasi yang ada, seperti stetoskop, alat oksigen, timbangan, dan lain-lain. Lalu, ruangan di klinik juga diatur sedemikian rupa sebagai standar Klinik Pratama, misalkan dibuatnya Ruang Pojok Laktasi, yakni sebuah ruangan khusus untuk Ibu menyusui. Tak hanya itu, antar ruangan di klinik diberi sekat sebagai bentuk strelisasi dan kebersihan.

Klinik Pratama UK Petra saat ini memiliki tiga dokter umum, dua dokter gigi, dua perawat umum, satu perawat gigi, satu asisten apoteker, dan satu orang staf Tata Usaha (TU). “Kami bekerja bersama hingga saat ini untuk membantu kebutuhan civitas akademika UK Petra dan masyarakat di bidang kesehatan. Semoga dengan dibukanya Klinik Pratama ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” urai dr. Sri Sudarwati selaku Kepala Klinik Pratama UK Petra.

(eli)

LEAVE A REPLY