Perpustakaan UK Petra, Ramah bagi Penyandang Disabilitas

Perpustakaan UK Petra, Ramah bagi Penyandang Disabilitas

401
0
BERBAGI
( kiri atas) Eka Christian S.Pd (Disabilitas Netra) saat masuk perpustakaan, Abdul Syakur,SE (Disabilitas Fisik dengan Kursi Roda) saat mencari buku, dibantu saat memasuki ruang perpustakaan, Abdul Syakur, SE (Disabilitas Fisik dengan Kursi Roda) saat mencoba layanan komputer bicara

 

Surabaya (M.Sindoraya) – Semua orang mempunyai hak yang sama sebagai warga negara Indonesia dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, begitu juga dengan para penyandang disabilitas. Sesuai dengan Undang-Undang No.8 Tahun 2016 yaitu Perguruan tinggi harus menyediakan sarana dan prasarana yang dapat diakses oleh mahasiswa yang berkebutuhan khusus maka Perpustakaan Universitas Kristen Petra telah membuka pelayanan untuk pengguna khusus sejak lama.

“Fasilitas ini telah kami buka sejak tahun 2011 yang lalu, melayani para mahasiswa UK Petra. Layanan yang sederhana ini lambat laun mengalami pengembangan. Layanan yang diberikan berupa pendampingan dalam mencari koleksi yang dibutuhkan hingga mencarikan koleksi di rak termasuk koleksi digitalnya dan yang terbaru menyediakan software di komputer yang dapat membantu membacakan bacaan pada para penyandang disabilitas”, ungkap Dian Wulandari, S.I.I.P. selaku Kepala Perpustakaan UK Petra Surabaya.

Dalam rangka mencoba pengembangan fasilitas bagi penyandang disabilitas di Perpustakaan UK Petra kali ini maka kegiatan service learning yang di sponsori oleh The United Board for Christian Higher Education in Asia (UBHEA), Perpustakaan, Program Studi Desain Interior dan Program Studi Arsitektur UK Petra ini akan mengundang tiga penyandang disabilitas yaitu Eka Christian S.Pd. (Disabilitas Netra), Abdul Syakur, SE. (Disabilitas Fisik dengan Kursi Roda) dan Tutus Setiawan M.Pd. (Disabilitas Netra) pada hari Rabu tanggal 12 April 2017 mulai pukul 14.30 WIB di Gedung Radius Prawiro lantai 6 kampus UK Petra. Mereka didaulat mencoba layanan ini dengan didampingi para mahasiswa UK Petra.

“Para rekan disabilitas ini akan mencoba layanan yang ada selama ini, sehingga kami nantinya akan mendapatkan masukan dari para rekan disabilitas ini. Mereka akan masuk perpustakaan, kemudian hingga proses meminjam buku selesai”, urai Gunawan Tanuwidjaja, S.T., M.Sc selaku dosen Program Studi Arsitektur UK Petra.

Eka Christian S.Pd. (Disabilitas Netra) mengatakan, “Suasananya menyenangkan. Kedepannya nomer loker, call number di rak buku hingga tombol di lift diberikan huruf braille.”

Disaat yang sama, Tutus Setiawan M.Pd. (Disabilitas Netra): “Usaha yang sudah dilakukan di UK Petra sudah baik. Untuk pelayanan yang membantu sudah cukup baik, dengan lebih banyak latihan akan lebih lancar dan tidak canggung. Khusus dalam pelayanan membacakan buku yang tidak braille, bisa lebih ditingkatkan dengan mengkonversi format buku fisik menjadi digital (PDF). Dengan format digital, disabilitas netra bisa lebih mandiri dalam membaca buku”.

Sementara Abdul Syakur, SE disabilitas Fisik dengan Kursi Roda mengungkapkan,” Usaha layanan yang ada saat ini sudah sangat bagus dan UK Petra menjadi pioner. Semoga kedepannya bisa lebih dikembangkan lebih baik”

(eli)

LEAVE A REPLY