Evaluasi UNBK di Lamongan, Bau Limbah PT. KTM juga Jadi Salah Satu...

Evaluasi UNBK di Lamongan, Bau Limbah PT. KTM juga Jadi Salah Satu Masalah

211
0
BERBAGI
Foto sun'ah kepala cabang Dinas pendidikan Wil. Lamongan

Lamongan (M. Sindoraya) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Lamongan kemarin, (13/04) memasuki hari terakhir. Secara umum memang berjalan dengan lancar meski terdapat sejumlah kendala. Pasalnya ada 4 lembaga sekolah yang harus mengikuti UNBK susulan lantaran terjadi kesalahan server soal ujian.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lamongan, Sun’ah, dilakukannya UNBK susulan oleh 4 lembaga karena terjadi kesalahan tekhnis yang berasal dari pusat. Peserta ujian tidak dapat mendownload soal yang ada di komputer sebanyak lebih dari 10 soal.

“Sesuai dengan berita acara, jika terjadi kekurangan soal di atas 10 maka pihak penyelenggara tidak dapat melanjutkannya. Ke empat lembaga tersebut yakni SMK Negeri Sambeng dengan 33 siswa, SMK Muhammadiyah 5 Babat sebanyak 37 siswa, SMK Darul Hikam Tracal sebanyak 3 siswa serta SMK Kalitengah sebanyak 4 siswa,”ungkap Sun’ah, kamis (13/04/2017).

Meski secara umum berjalan dengan lancar, Sun’ah sendiri memberikan 4 evaluasi ke depan harus lebih diperbaiki. Pertama, masih adanya permasalahan listrik, menjadi masalah yang mestinya tidak harus terjadi lantaran sudah ada kesepakatan antara pelaksana dengan PLN. Selanjutnya, kurang pahamnya beberapa pelaksana UNBK terkait sistem dan pola kerja berbasis komputer sehingga berdampak pada terjadinya trouble server yang mestinya tidak akan terjadi jika ada pemahaman dari pelaksana.

“Untuk masalah lain, adalah kurang maksimalnya pengawasan dari panitia sehingga banyak peserta ujian yang justru bermain game saat pelaksanaan UNBK sehingga menyebabkan adanya virus menyerang sistem mereka,”tutur Sun’ah.

Pelaksanaan UNBK susulan tersebut akan dilakukan pada tanggal 18-19 April mendatang. Namun ada satu hal terpenting yang menjadi catatan UNBK tahun ini, adalah terganggunya siswa yang mengikuti UNBK karena polusi yang ditimbulkan oleh PT. KTM atas bau busuk tersebut, dan siswa terpaksa mengenakan masker sehingga mengganggu kosentrasi mereka,”lanjutnya.

(Vid)

LEAVE A REPLY