Jumat Agung dan Paskah, Pokok Keimanan Kristiani

Jumat Agung dan Paskah, Pokok Keimanan Kristiani

218
0
BERBAGI
Perjamuan Kudus Jumat Agung diperingati di GKJW Jemaat Jambangan, Surabaya. Dipimpin oleh Pdt. Sardji, STh. Jumat, (14 April 2017)

Surabaya (M.Sindoraya) – Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.

Sesuai iman Kristiani, Jumat Agung sangat penting, karena dengan adanya Jumat Agung ( Kematian Yesus) maka ada Paskah yaitu Kebangkitan Yesus dari kematian hal itu adalah inti/pokok dari keimanan Kristiani. Dan kematian Yesus adalah lambang Kasih Allah terhadap Manusia dengan penebusan dosa.

Jumat Agung diperingati orang Kristen dan Katholik seluruh dunia dengan mengadakan Perjamuan Kudus sebagai peringatan kematian Yesus Kristus. Perjamuan Kudus biasanya dilakukan dengan mebagi-bagikan roti dan anggur sebagai lambang Tubuh dan Darah Yesus yang telah mati di atas kayu Salib. Sesuai keimanan dengan ikut perjamuan tersebut, maka umat Kristiani ikut merasakan Penderitaan Yesus dan dosa-dosanya dapat diampuni.

Dalam tradisi Katholik terdapat 5 (lima) rangkaian perayaan khusus sebelum Paskahantara lain, pada pekan suci dimulai dengan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah

Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat.

Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit.

Perjamuan kudus juga diperingati di GKJW Jambangan Surabaya yang dipimpin Pdt. Sardji, STh.

Dalam Kotbahnya beliau menyampaikan,” Perayaan Paskah kita sudah siap, karena Kristus sebagai Domba Paskah sudah dikorbankan. Marilah kita merayakan Perjamuan Kudus ini dengan roti tidak beragi, yaitu roti yang melambangkan kemurnian dan semua yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah kita merayakan dengan roti yang mengandung ragi lagi, yaitu ragi dosa dan kejahatan.”

” Kasih karunia dan Damai Sejahtera Allah Bapa dan Tuhan Yesus kiranya senantiasa ada pada saudara-saudara.” Pungkasnya.

Media Sindoraya mengucapkan Selamat memperingati Jumat Agung dan menyongsong Paskah 2017.

(nawi)

LEAVE A REPLY