Mesum di Sebuah Warung, Si Gadis Mengaku Masih Pelajar SMA

Mesum di Sebuah Warung, Si Gadis Mengaku Masih Pelajar SMA

2831
0
BERBAGI

Lamongan (M. Sindoraya) – Mendirikan tempat usaha warung, pada umumnya bertujuan untuk mencari keuntungan dari hasil menjual makanan atau minuman yang disediakan. Namun, hal tersebut rasanya tidak cukup memberi kepuasan bagi beberapa pemilik usaha warung atas keuntungan yang mereka dapatkan dari hasil jualan tersebut. Sehingga mendorong mereka untuk mencari penghasilan tambahan dengan menyediakan layanan plus-plus hingga menyediakan penyewaan kamar khusus kepada orang-orang yang ingin mencari tempat untuk berbuat asusila.

Seorang gadis berinisial ZK (17), warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Gresik, harus rela berurusan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Lamongan, karena kepergok sedang berada di dalam sebuah kamar di salah satu warung yang berada di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, milik pak Min, dengan seorang laki-laki yang bernama MS (21), warga Desa Racitengah, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Gresik, dengan kondisi keduanya tanpa busana. Minggu (16/04/17). Dalam pernyataannya, ZK dan MS mengaku, bahwa mereka telah melakukan hubungan suami-istri di dalam kamar tersebut.

Selain itu ZK juga memberikan pengakuan, bahwa dirinya saat ini masih duduk di bangku kelas XI di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Kabupaten Gresik.

Hal tersebut diperjelas oleh Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Lamongan, Bambang Yustiyono, yang juga menerangkan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut adalah kegiatan operasi yustisi yang dilakukan berdasarkan laporan masyarakat atas keresahan terhadap adanya warung-warung yang diduga sering digunakan untuk berbuat mesum pasangan bukan suami istri.

“Kami gelar operasi ini, berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat atas ketidaknyamanan mereka dengan adanya warung-warung yang berdiri yang diduga sering digunakan untuk berbuat mesum bagi pasangan pasangan yang bukan suami istri. Untuk itu, kami berupaya untuk tegas dan meminimalisir ketidaknyamanan tersebut,” ungkap Bambang (16/04)

“Dari hasil operasi yang kami laksanakan tadi, kami amankan pasangan mesum bukan suami istri yang kami ketahui sedang berada di dalam sebuah kamar di salah satu warung yang ada di Desa Tlogosadang, dalam keadaan keduanya tanpa busana. Mereka adalah ZK, yang dalam pengakuannya dirinya masih  duduk di bangku kelas XI di salah satu SMA swasta di Gresik bersama pasangan laki-laki nya berinisial MS yang bekerja sebagai buruh pabrik garam di Gresik,” tambah Bambang

Pasangan mesum tersebut langsung dibawa ke kantor satpol PP Lamongan untuk dilakukan pemeriksaan.

Selain menjaring pasangan mesum, di tempat berbeda,  satpol PP juga mengamankan 3 (tiga) wanita tuna susila (WTS). Mereka adalah SR, warga Desa Sambungrejo, Kecamatan Sumberjo, Bojonegoro, YR, warga Desa Njipoh RT. 04 RW. 03, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro dan PN, warga Desa Kendal  Kababalan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, yang ketiga wanita tersebut dijaring dari warung-warung yang berada di Desa Balun Kecamatan Turi Lamongan yang diduga juga menyediakan layanan plus-plus.

“Dari pengembangan operasi, kami juga menjaring 3 wanita tuna susila dari beberapa warung yang berada di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan. Ketiganya juga kami amankan di kantor satpol PP Lamongan untuk dilakukan pendataan,” tambah Bambang

Hasil dari operasi yang sudah dilaksakan, telah di koordinasikan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan, Bambang Hajar P, untuk dilakukan tindakan selanjutnya.

“Saya sudah koordinasikan hal ini kepada Bapak Kasat, agar selanjutnya akan saya lakukan tindakan bagi orang-orang yang sudah terjaring dalam giat operasi ini . Untuk ketiga WTS akan kami bawa ke Kediri untuk di rehabilitasi. Sedangkan untuk satu pasangan yang tertangkap mesum kami kembalikan ke keluarga masing-masing,” imbuh Bambang

(Vid)

LEAVE A REPLY