Karang Taruna Malut Desak Gubernur Copot Anwar Husen

Karang Taruna Malut Desak Gubernur Copot Anwar Husen

94
0
BERBAGI

 

 

Malut (M Sindoraya)– Puluhan masa aksi yang mengatas namakan Karang Taruna desak Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba segera mencopot Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata. Dinilai tidak serius mengawal proyek pembangunan taman wisata gurapin yang menelan anggaran senilai 4 miliar lebih. Selain menyuarakan keluhan, masa aksi juga melakukan pembakaran ban bekas di depan kantor gubernur.

Koordinator aksi Idham mengatakan, taman wisata yang dibangun di kelurahan Gurapin dengan menggunakan  dua kali penganggaran yakni  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 dan 2016, meski begitu pekerjaan belum juga diselesaikan secara total sebab proses dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) hingga sat ini belum dibuat.

Dengan adanya prospek pekerjaan yang tidak maksimal, masa aksi meminta Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba segera mencopot kepala dinas Parwisata Anwar Husen, serta melaporkan kontraktor ke penegak hukum  karena tidak mampuh mempertanggungjawabkan perbuatanya. Berselang beberapa jam, Gubernur langsung menghampiri dan meminta masa aksi untuk bertemu di ruang rapat gubernur. Proyek itu diduga milik wakil gubernur bahkan kontraktor saat ini masih berhutang pada pemilik batu pafing blok.

Dihadapan masa aksi, gubenur malut mengaku kaget adanya peroyek pekerjaan taman wisata yang dibangun di kelurahan Gurapin.” Saya kaget saat masa aksi menyuarakan masalah amdal yang belum dibuat. Intinya siapaun dia yang punya proyek harus jelas, sehingga tidak ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) disaat audit nanti.

Lanjut AGK, segera memerintahkan kepada Disbudpar untuk menyampaikan kepada kontraktor secepatnya menyelesaikan dokumen Amdal, setiap proyek harus Diwali dengan amdal sehingga dikemudian hari tidak bermasalah.

Sementara sekertaris Disbudpar Jumati Do Usaman juga membenarkan, untuk dokemen amdal belum selesai dibuat, dan itu tidak akan lama lagi selesai. Selain itu juga Kontraktor yang mengerjakan proyek taman wisata itu masih berhutang kepada pemilik pabrik batu pafing blok senilai Rp 100 juta lebih,

(nwr)

LEAVE A REPLY