Bupati Kepsul : Pernyataan Sekda Taliabu Tak Masuk Akal

Bupati Kepsul : Pernyataan Sekda Taliabu Tak Masuk Akal

782
0
BERBAGI
Bupati Sula Hendrata Thes

 

Malut (M Sindoraya) – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepualuan Sula menilai pernyataan Sekda Taliabu itu tidak masuk akal, karena selalu mempersolakan hutang hibah yang dilakukan Bupati sebelumnya, meski begitu Pemda yang dijabat Hendrata Thes sebagai Bupati Kepsul bersedia untuk melunasi. Apa yang harus dipersolaka,”

Berdasarkan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Pulau Taliabu, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.07/2015 tanggal 1 Desember 2015 tentang Tata Cara Pemotongan Dana Alokasi Umum  dan/atau Dana Bagi Hasil Bagi Daerah Induk, Provinsi, dan/atau Daerah Lain yang tidak memenuhi kewajiban pemotongan Dana Alokasi Umum dan/atau Dana Bagi Hasil Kepala Daerah Otonom Baru. Pemerintah Kepualuan Sula sudah berkeinginan untuk melunasi, akan tetapi hal ini selalu persoalkan pemda Taliabu.

Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes kepada wartawan via handphone Rabu (20/4) mengatakan, pemda Sula bersedia melunasi piutang yang dilakukan Bupati sebelumnya. Meski sudah ada kesepakatan yang ditandatangani kedua bela pihak dan disaksikan langsung kementerian Keuangan, akan tetapi selalu dipersoalkan.

Sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) pada tanggal 9 Agustus 2016 bertempat di Kementerian Dalam Negeri Jalan Medan  Merdeka  Nomor 7-8 Jakarta Pusat, yang ditanda tangan Hendrata Thes Bupati Kabupaten Kepulauan Sula sebagai Pihak pertama dan Aliong Mus Bupati Kabupaten Pulau Taliabu sebagai pihak kedua  yang disaksikan langsung Direktur Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Daerah Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah Kemendagri, Ria Sartika Azahari dan Direktur Fasiltas Dana Perimbangan  dan Pinjaman Daerah Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Elvius Dallami serta Karo Keuangan Provinsi Maluku Utara Ahmad Purbaya.

Hasil kesepakatan sudah dibuat, kenapa harus mempersolakan, ataukah sekertaris daerah tidak paham dengan adanya kesepakatan yang dibuat. Jangan membuat masyarakat kebingunan, kalu diliat dari asal mula masalah itu siapa yang berhutang dan kapan waktunya. Pemda Sula suda bersedia untuk melunasi, akan tetapi apa yang harus dipersoalkan,

(reza)

LEAVE A REPLY