Lembaga Ruang Publik Malut Desak Kapolda Tangkap Hakim Pemeras

Lembaga Ruang Publik Malut Desak Kapolda Tangkap Hakim Pemeras

168
0
BERBAGI

 

TERNATE  (M Sindoraya) – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Lembaga Ruang Publik Provinsi Maluku Utara (Malut) Rabu (19/4) gelar aksi unjuk rasa di depan Polda Malut. Dengan tuntutan mendesak Polda segera menangkap Hakim Kadar Noh yang memanfaatkan tugasnya untuk memperkaya diri sendiri.

Kordinator lapangan (korlap) Risaldi A. Jafar dalam orasinya, wajah hakim di (Malut) saat ini tercoreng, perbuatan yang tidak terpuji yang dilakukan Hakim Kadar Noh yang juga mantan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Labuha itu diduga melakukan pemerasan saat menangani kasus pemerkosaan dengan terdakwa Sukri (42), pemerasan itu dilakukan dengan cara meminta uang senilai Rp 25 Juta sebelum pembacaan vonis terhadap terdakwa, dengan konpenisasi, majelis Hakim PN Labuha akan meringankan vonis terhadap terdakwa dari tutuntutan JPU.

Lanjut dia, karena permintaan uang tersebut disangupi pihak keluarga, majelis hakim memvonis terdakwa lebih ringan dari tuntutan jaksa. Hal ini diungkapkan Ahmad Hae  kakak ipar Sukri. Kadar Noh juga memeras terdakwa kasus pencabulan di desa Batu Atas Kecamatan Kayoa Utara. Kasus tersebut terjadi pada tahun 2010 silam. Banyak kasus yang melibatkan Kadar Noh yang luput dari pengadilan tinggi Malut padahal oknum hakim ini sudah meresahkan dan merugikan warga yang berperkara.

Setiap kasus yang di tangani Hakim Kadar Noh, selalu memanfaatkan kasus-kasus tersebut untuk memeras terdakwa maupun keluarga terdakwa untuk memperkaya diri sendiri. Pengadilan belum bebas dari mafia kasus seperti Kadar Noh.

Dalam pernyataan sikap, kasus yang melibatkan Kadar Noh Hakim, mantan Hakim Pengadilan Negeri Labuha, tahun 2010 sidang kasus pemerkosaan dengan terdakwa Sukri warga Desa Batu atas dengan  senilai Rp 25 juta, tahun 2011 terjadi kasus penganiyayaan di Desa Marabose Kecamatan Bacan dengan besar pemerasan kepada keluarga Ali Manaf senilai Rp 30 juta. Tahun 2013 Kadar Noh melakukan pemerasan terhadap istri Brigpol Sayuti Suhaimi Saleh senilai Rp 70 juta. Ketiga kasus tersebut Kadar Noh masih menjabat Hakim Pengadilan Negeri Labuha Kabupaten Halahera Selatan. Kadar Noh memeras meminta uang dan menjanjika vonis bebas jika keluarga terdakwa menyanggupi permintaan tersebut.

Masa aksi mendesak kepada Polda Maluku Utara segera menangkap Hakim Kadar Noh dalam waktu 24 jam. Masa juga mendesak Pengadilan Tinggi (PN) agar secepatnya memproses kasus Kadar Noh yang melanggar kode etik Hakim.

Selain itu, masa aksi juga mendesak kepada Komisi Yudisial agar secepatnya memecat Kadar Noh sebagai Hakim. Mengancam, jika tuntutan mereka ini tidak di penuhi akan melakukan konsulidasi masa yang lebih banyak

(srt)

LEAVE A REPLY