HTI Ternate Nilai Desakan 22 Ormas Keliru

HTI Ternate Nilai Desakan 22 Ormas Keliru

372
0
BERBAGI
Pres Konfres, HTI dengan awak Media

 

TERNATE (M.Sindoraya) Р Desakan 22 organisasi masyarakat (Ormas) untuk  membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dari Maluku Utara (Malut) karena hendak merubah ideologi Pancasila dan mengusung sistem khilafah, ditanggapi HTI.

Aktifis HTI Malut, Muhamad Asis menngatakan, desakan puluhan Ormas itu tidak berdasar dan berbaur fitnah yang untuk menjatuhkan HTI.

“Apa dasar mereka (ke-22 Ormas) menuduh (HTI) anti pancasila, anti NKRI, apa dasar mereka, sampai saat ini HTI menganggap itu fitnah, yang kemudian harus dipertanggungjawabkan,” kata Asis, kepada wartawan, Sabtu (22/4/2017).

Asis menuding, ada oknu-oknum yang sengaja memanfaatkan ke-22 Ormas untuk menghalangi HTI di Malut. Selama ini HTI selalu menyuarakan protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap salah.¬†“Saya yakin dan percaya bahwa itu hanya keinginan segelintir orang yang memanfaatkan ormas-ormas,” tegasnya.

Disentil HTI yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, salah satu aktivis HTI Muhamad Sidik, mengatakan dalam pemahaman Hizbut Tahrir jika Pancasila dibilang ideologi maka cacat. Namun HTI tetap mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

” Dalam pemahaman kami Pancasila itu kalau dibilang sebagai idelogi, memang dalam kajian-kajian teman-teman pergerakan juga saya kira dianggap cacat juga sebagai ideologi. Tetapi kalau dianggap sebagai salah satu landasan Negara, ya kami akui,” tegas Muhamad Sidik. Meski begitu, Muhamad Sidik mengaku HTI menganggap bahwa Pancasila sebagai sebuah falsafah atau pandangan hidup sehingga tidak dipermasalahkan.

” Kalau dibilang HTI anti NKRI itu salah. Justru kegiatan-kegiatan selama ini misalnya menolak interfensi asing dari Amerika dan Cina. Itu bagian dari sikap HTI terhadap NKRI. Kemudian di ingatkan tentang OPM di Papua, gerakan-gerakan baru di Papua itukan HTI selalu ingatkan, yang juga perampokan sumber daya alam Indonesia,” tegasnya.

Sidik bahkan balik mepertanyakan ke- 22 Ormas tersebut, yang menurutnya tidak pernah mempertanyakan hegemoni asing yang ada di Indonesia baik Amerika maupun Cina.

” Selama ini 22 ormas tidak pernah mempersoalkan makar OPM, ataupun juga kegiatan-kegiatan berbau makar lain,” cetusnya

(reza)

LEAVE A REPLY