Satpol PP Lamongan, Ancam Akan Tutup Tempat Hiburan Tak Berijin

Satpol PP Lamongan, Ancam Akan Tutup Tempat Hiburan Tak Berijin

669
0
BERBAGI

Lamongan (M. Sindoraya) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan kembali melakukan Operasi Yustisi, Sabtu (22/04/17). Hal ini dilakukan berdasarkan banyaknya laporan masyarakat terkait maraknya pendirian tempat-tempat hiburan yang kerap kali meresahkan dengan suguhan hiburan musik, minuman keras hingga menyediakan wanita penghibur. Bahkan tidak banyak tempat-tempat tersebut yang mengantongi ijin pendirian tempat hiburan dan penjualan miras.

“Demi kenyamanan dan ketertiban, agar masyarakat dapat terhindar dari hal-hal yang berpotensi dapat menimbulkan kericuhan, maka operasi ini kembali kami gelar. Sasaran kami tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang menjual minuman keras, khususnya yang akan kami periksa terkait perijinnnya” ungkap Bambang Yustiyono, kasi Operasi dan pengendalian Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan

Dalam operasi tersebut, Satpol PP mendatangi beberapa cafe di wilayah Lamongan seperti cafe milik HN dan PN, yang keduanya berada di Kecamatan Sarirejo. Ketika diminta untuk menunjukkan surat ijin, pemilik kedua cafe tersebut tidak mampu menunjukkan, sehingga petugas harus mengamankan beberapa miras dari tempat tersebut.

Kemudian petugas mendatangi satu warung milik KY yang berada di Desa Babatan, Kecamatan Mantup yang diduga menjual miras. Dari warung tersebut petugas hanya menemukan 2 botol arak yang disembunyikan pemiliknya di dalam jok motor. Sebelumnya, pemilik warung sempat menolak saat petugas meminta agar dirinya membuka jok motor nya, namun berkat pendekatan petugas akhirnya pemilik mau membuka jok motor tersebut.

Selanjutnya petugas juga mendatangi salah satu toko pakaian milik ES, yang juga berada di Desa Babatan Kecamatan Mantup. Dalam toko tersebut nampak dari luar sebagai toko penjual busana wanita, namun ternyata setelah petugas menggeledah isi rumah, ditemukan beberapa miras di dalamnya. Si pemilik mengaku kalau miras itu untuk dijual eceran.

Operasi dilanjutkan ke Kecamatan Karanggeneng, yang mana petugas mendatangi salah satu cafe milik UK, di Dusun Kawistolegi, Desa Klagen. Sebelumnya cafe tersebut sempat di adukan warga ke Polsek dan Satpol PP, karena menurut kesaksian warga, di tempat itu sering terjadi keributan oleh pengunjung yang sedang mabuk. Ketika petugas menindaklanjuti, cafe dalam keadaan sepi oleh pengunjung, dan hanya ada pemilik dan 3 wanita pemandu karaoke saja. Namun ketika ditanyakan soal surat ijin, si pemilik juga tidak dapat menunjukkan dan mengakui kalau tempat tersebut belum ada ijinnya.

Berikutnya, cafe Rintan milik RD, yang berada di Desa Randubolong, jalan waduk Gondang, Sugio. Yang sebelumnya cafe tersebut dikabarkan diduga belum mengantongi ijin, ternyata ketika petugas memeriksanya, si pemilik mampu menunjukkan ijinnya yang berakhir hingga bulan Januari tahun 2021.

Terakhir petugas mendatangi tempat-tempat hiburan yang berada di wilayah Puncak, Kecamatan Babat. Dari razia di tempat tersebut, petugas mengamankan 5 wanita pemandu karaoke yang berpakaian mini dari cafe milik SW. Kelimanya adalah IP (19), warga Dusun Gondang, Desa Gondang, Kecamatan Sugio, Lamongan, FT (25), warga Bedahan, Kecamatan Babat, Lamongan, NI (30), warga Sawonggaling, Kecamatan Babat, Lamongan, SM (18), warga Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Tuban dan AG (18), warga Tuban. Selain itu, SW juga tidak mampu menunjukkan ijin tempat usahanya.

Selanjutnya petugas membawa kelima wanita tersebut beserta pemilik cafe ke kantor Satpol PP Lamongan untuk dimintai keterangan dan pendataan.

Dari hasil operasi itu, petugas juga mengamankan  24 botol bir, 34 botol bir hitam dan 2 botol arak 1,5 literan.

Kasi Operasi dan pengendalian, Bambang Yustiyono, menegaskan akan memberi sanksi tegas terhadap pengusaha pengusaha tempat hiburan yang melanggar aturan pemerintah daerah.

“Kami lakukan pemanggilan untuk pemilik usaha tempat-tempat hiburan yang kami ketahui belum memiliki ijin pendirian dan penjualan miras, untuk kami mintai keterangan. Kami akan kasih waktu untuk mereka mengurus perijinan di kantor perijinan. Tapi kalau dalam kurun waktu yang kami tentukan mereka belum dapat melaksanakan, kami tidak akan segan segan untuk menutup tempat hiburan tersebut,” tegas Bambang

(Rid)

LEAVE A REPLY