GCW Tuding Ahmad Purbaya Biangkerok Hutang Pemprov Ratusan Miliar Hilang

GCW Tuding Ahmad Purbaya Biangkerok Hutang Pemprov Ratusan Miliar Hilang

470
0
BERBAGI
ilustrasi

 

 

SOFIFI (M Sindoraya)– Hingga saat ini hutang pemprov kepada pihak ketiga tahun 2015-2016 senilia Rp 386 Miliar belum jug terbayarkan. Hal ini karena tidak ada niat baik dari kepala badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ahmad Purbaya. Padahal semua pekerjaan yang dikerjakan pihak ketuiga sudah diselesaikan. Menaggapi hal ini Koordinator Gamalama Coruption Watch (GCW) Muhidin kepada awak media Senin (24/4) mengatakan, masalah ini biangkeroknya adalah Amhad Purbaya.

 

Mestinya pemerintah provinsi tidak harus berhutang kepad pihak ketiga dengan angka mliaran rupiah sebab anggaran proyek tahun 2015 dan 2016 itu ada, tetapi kenapa tidak dibayarkan, ataukah anggaran itu sudah di sunat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Meski ada anggaran tetapi kenapa harus di gunakan apbd tahun 2017 untuk melunasi hutang itu.

 

Dugaan menguat, ada beberpa pejabat yang sengaja menggunakan anggaran proyek dua tahun sebelumnya untuk memperkaya diri, sebab mereka itu tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan melaikan menggunakan demi kepentingan. Akibat dari perbuatan mereka, pemprov akhirnye berhutang kepada pihak kontraktor senilai Rp 486 Miliar.

 

Mereka ini bisa dikatakan mafia anggaran proyek secara berjmaah, dan itu wajib hukumnya pengak hukum segara menyilediki untuk mengungkapkan perbuatan yang merugikan daerah. Pejabat seperti akan membuat masyarakat menderita. “ Alasan apa Proyek tahun 2015-2016, dibayarkan dengan menggunakan angaran tahun 2017. Tidak bisa dipungkiri tata kelolah keuangan pemprov Malut ini sangat disayangkan.

(reza)

LEAVE A REPLY