UK PETRA Kenalkan Budaya melalui Kipas

UK PETRA Kenalkan Budaya melalui Kipas

166
0
BERBAGI

 

Surabaya (M.Sindoraya) – Pengenalan akan budaya lain dapat memberikan keuntungan tersendiri di iklim yang semakin global saat ini. Bagaimana caranya? Tanggal 21 April 2017 yang lalu digelarlah Lomba Menghias Kipas Korea di ruang AVT. 502 UK Petra, lebih dari 60 peserta mengikuti lomba yang dilaksanakan kolaborasi antara King Sejong Institute (KSI) Surabaya dan Program Studi Desain Komunikasi Visual UK Petra. Peserta lomba yang terdiri dari mahasiswa UK Petra dan masyarakat umum ini bertujuan untuk mengenal budaya Korea sekaligus memperkaya pengalaman internasional.

 

Sebelum lomba dimulai, Mr. Hong Jongyoun pengajar bahasa Korea dari KSI memberikan gambaran latar belakang budaya kesenian Korea. Latar belakang budaya Korea perlu dipahami terlebih dahulu agar peserta bisa memberikan hiasan yang mewakili atau sesuai dengan kipas Korea. “Ciri khas kesenian Korea tersebut harus ada 5 warna Korea (obangsaek), 4 Tanaman khas Korea, dan Ship Jangsaeng atau 10 Simbol Panjang Umur. Lima warna Korea adalah: biru yang melambangkan arah Timur; putih yang melambangkan Barat; merah yang melambangkan Selatan; hitam melambangkan Utara; dan kuning melambangkan tengah. Orang Korea memakai kombinasi kelima warna dasar ini di semua sisi kehidupan, seperti: makanan; pakaian; dan juga bangunan”, urai Mr. Hong Jongyoun.

Empat tanaman Korea adalah pohon bunga persik yang melambangkan musim semi, bunga anggrek yang melambangkan musim panas, bunga krisan yang melambangkan musim gugur dan pohon bambu yang melambangkan musim dingin. Pohon bamboo masuk dalam daftar ini sebab di musim dingin, pohon ini tetap berwarna hijau dan rumpun bambu yang tinggi tidak tertutup salju sehingga memberikan warna hijau yang kontras dengan salju yang menutupi segala sesuatu yang lain. Ship jangsaeng adalah motif desain dengan dasar dari sepuluh benda yang menurut kepercayaan Konfusianisme Korea melambangkan panjang umur. Kesepuluh benda ini adalah matahari, gunung, air, awan, bebatuan, pohonan pinus, jamur bullcho, kura-kura, burung bangau, dan rusa. Orang Koera selalu memasukkan 10 benda ini dalam berbagai ilustrasi tradisional dan dekorasi. Pemakaian simbol-simbol ini dianggap bisa membantu manusia untuk hidup sehat dan kuat karena adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan.

 

Dengan bekal pengenalan dasar atas budaya Korea tersebut, diharapkan karya hiasan kipas para peserta dapat menunjukkan ciri khas kesenian Korea. Setiap peserta diperbolehkan memakai alat lukis yang disediakan oleh panitia yaitu kuas Korea, tinta, kertas hanji, lem, dan spidol. Dalam pengerjaan, kebanyakan peserta harus membiasakan diri menggambar di atas lekukan tulang-tulang kipas dan bentuk kipas yang bukan kotak. Dari seluruh peserta, diambil 8 karya terbaik. Hafid Kamil salah seorang pemenang juara harapan menggambarkan Menara Namsan yang merupakan salah satu bangunan khas Seoul. Mahasiswa jurusan multimedia di suatu PTS ini mengungkapkan minatnya atas budaya Korea, ujarnya “Saya suka budaya Korea. Dengan ikut (lomba) ini saya tahu lebih tentang Korea”.

(eli)

LEAVE A REPLY