Keponakan Gubernur Malut Aniaya Masa Aksi

Keponakan Gubernur Malut Aniaya Masa Aksi

2639
0
BERBAGI
foto ponakan Gubernur Malut. aniaya Masa Aksi di depan Kediaman Gubernur Malut

 

TERNATE (M Sindoraya) – Ponakan dan dibantu sejumlah preman Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba Kamis (27/4) melakukan penganiayan terhadap masa aksi. Akibatnya dua masa aksi mengeluarkan darah akibat dihantam ponakan dan pereman Gubernur.  Tindakan penganiayan terjadi di depan kediaman Gubernur  di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Kamis (27/4). Tindakan premanisme yang dilakukan sejumlah orang suruhan AGK dengan brutal membubarkan masa  dengan cara kekerasan

Kericuhan tersebut dipicu, Ponakan Gubernur yang bernama Rusli dan dibantu dua orang yang berpakaian preman yang diketahui dari Pemuda Pancasila Maluku Utara, tiba-tiba menyerang masa aksi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Forum Peduli Gane menggelar aksi unjuk rasa didepan Polda Maluku Utara (Malut) dan Kediaman Gubernur Maluku Utara (Malut), menuntut Gubernur Abdul Gani Kasuba segera mencabut Izin operasi PT. Nusa Pala Nirwana (NPN) yang beroperasi diwilayah Gane, izin operasi nomor: 323/KPTS/MU/2016 tentang Izin Lingkungan Rencana Kegiatan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) dengan jangka waktu selama 43 tahun terhitung sejak 2017 hingga 2060. Serta PT.GMM yang dinilai telah menyebabkan pencemaran lingkungan dan pengundulan hutan sehingga menyebabkan banji.

Laki-laki yang menggunakan baju kameja lengan warnah puti dengan rambut gondrong tega memukuli dua orang masa aksi. Lelaki yang juga ponakan gubernur ini mengatakaan, kalau masa aksi menyampaikan orasi jangan sebut nama Abdu Gani Kasub. “ kalian jangan sebut person tetapi harus disebut gubernur

Masa aksi mengaku kecewa kepada Gubernur Malut AGK karena suda kurang lebih tiga kali melakukan aksi dikediaman Gubernur, namun tuntutan dan aspirasi tidak sirespon. Akan tetapi ada dugaan kuat Gubernur memerintahkan kepada ponakan dan sejumlah preman untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap masa aksi.

Dari hasil tindakan anarkisme itu dua mahasisa di pukuli oleh ponakan Gubernur serta sejumlah orang suruhan AGK. Hasilnya dua masa aksi yakni Alfin Alim dan Yusran  mengalami luka di bagian mulut. Meski sudah kena pukul masa aksi tak gentar dan akhirnya kembali menyerang, beruntuk aparat kepolisian dengan cepat melerai dua kelompok yang khendak kejar-kejaran didepan kediaman kantor Gubernur.

“Kami kecewa dengan AGK yang hanya mengumbar janji tapi tidak pernah ditepati, suda tiga kali kami melakukan aksi bahkan kami pun suda dijanjikan oleh orang AGK yang ada di kediaman Gub bahwa Gubernur AGK akan menemui kami untuk sering terkait dengan kehadiran PT. NPN dan PT. GMM di tanah Gane, tapi hingga saat ini ternyata tidak pernah ditepati,”. Teriak coordinator lapangan (Korlap) Fadli Ibrahim.

Hingga berita ini di tayangkan, Kepala Bidang Dokumentasi dan Publikasi Biro humas Provinsi Malut Mulyadi Tutupoho belum bisa di konfirmasi, heandponya tidak aktif.

(reza)

LEAVE A REPLY