Tarif Listrik Naik 100%, Masyarakat Lamongan Kelimpungan

Tarif Listrik Naik 100%, Masyarakat Lamongan Kelimpungan

540
0
BERBAGI

Lamongan (M. Sindoraya) – Pencabutan subsidi listrik untuk keperluan rumah tangga, merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang disesuaikan dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bertujuan untuk memastikan subsidi energi tepat sasaran.

Terhitung mulai 1 Januari 2017, pelanggan listrik rumah tangga mampu berdaya 900 VA dikenakan kenaikan tarif secara bertahap, sampai sesuai dengan tingkat keekonomian dan akhirnya tidak akan mendapat subsidi lagi. Kenaikan tarif dilakukan setiap dua bulan sekali yakni pada 1 Januari 2017 dari Rp. 605/ kWh menjadi Rp. 791/ kWh. Selanjutnya pada bulan Maret 2017, Rp. 1.034/ kWh dan per 1 Mei 2017, Rp. 1.352/ kWh.

Lalu mulai 1 Juli 2017 pelanggan rumah tangga pengguna listrik 900 VA akan kena penyesuaian tarif otomatis setiap bulan seperti 12 golongan tarif nonsubsidi lainnya. Jika mengikuti tarif listrik 12 golongan tarif listrik nonsubsidi per 1 Januari 2017, maka tarifnya sebesar Rp. 1.467, 28/ kWh.

Namun sayangnya kebijakan tersebut banyak tidak diketahui oleh sebagian besar masyarakat di Lamongan, sehingga mereka mengaku terkejut ketika melakukan pembayaran dan dikenakan biaya yang besar.

Hal tersebut di ungkapkan oleh salah satu pelanggan PLN, Hartono, warga kelurahan Tlogoanyar Lamongan, yang menyatakan,  “Saya kaget waktu melakukan pembayaran listrik bulan ini. Biasanya saya hanya kena 90 ribu per bulan, tapi bulan ini saya dikenakan 189 ribu,” ungkap Sutrisno (27/04/17)

Bahkan Sutrisno sempat lakukan komplain kepada petugas loket pembayaran atas besarnya biaya yang dikenakan tersebut, “saya sempat curiga dan protes ke putugas yang menerima pembayaran, hingga saya suruh cek lagi, mungkin namanya salah. Tapi ternyata benar dan biayanya memang dikenakan sebesar itu,” jelasnya

Hal tersebut juga dirasakan oleh Rahmad, warga Made Lamongan, yang juga mengaku, “listrik ini naiknya diam diam. Saya sama sekali gak tahu atas kenaikan ini. Biasanya saya bayar perbulan habis 80 ribuan, tapi ini tiba tiba jadi 165 ribu. Saya sempat bingung, ini benar atau enggak, saya juga berfikir mungkin meteran saya yang gak beres,” ujarnya

Sementara itu petugas loket pembayaran listrik yang berada di jalan veteran mengaku bahwa dirinya sering di komplain masyarakat atas kenaikan biaya tersebut, yang di anggap mendadak.

“Saya sering banget di komplain masyarakat yang bayar listrik, bahkan ada yang marah-marah dengan besarnya tarif yang dikenakan. Karena memang mereka tidak tahu atas kebijakan pemerintah tersebut dan menganggap mendadak. Dipikirnya system kami yang eror,” terang Viki

Viki berharap agar pihak PLN Lamongan mensosialisakan hal ini ke masyarakat, agar mereka tidak menduga duga. Dan pro aktif terhadap media untuk mempermudah sosialisasi tersebut.

Sementara itu Kepala PLN Cabang Lamongan belum dapat di konfirmasi karena sedang cuti. Sedangkan di bagian Humas lewat pesan scurity yang bertugas, mengatakan tidak berani memberikan statement apapun karena takut salah ucap.

(Vid)

LEAVE A REPLY