Distan Banyuwangi Dukung BI Kembangkan Produk-Produk Organik

Distan Banyuwangi Dukung BI Kembangkan Produk-Produk Organik

141
0
BERBAGI

Banyuwangi (M.Sindoraya) – Saat ini ada di tiga kecamatan, selanjutnya akan kami tambah empat kecamatan lagi yang punya lahan sawah organik. Untuk tahap awal, edukasi kami sampaikan ke petani yang belum dari petani yang sudah, terutama petani dari program kluster BI ini, ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Arief Setiawan, usai secara simbolis membuka Panen Perdana Beras Merah di Kecamatan Singjuruh Banyuwangi. (Rabu, 26/4) dalam hal ini Arief selaku perwakilan Pemerintah Daerah Banyuwangi mendukung program kluster sawah organik yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

Luasan lahan sawah organik di Banyuwangi saat ini mencapai 120 hektar. Dengan kapasitas produksi per hektar mencapai 5-6 ton. Ditarget tahun 2017 ini kapasitas bisa naik hingga 9 ton dengan memaksimalkan metode penanaman di lahan.

Untuk pasarnya, beras organik produksi Banyuwangi telah terdistribusi di lokal Banyuwangi, Surabaya, Jakarta, dan Bali. Juga sudah mendistribusikan ke kelompok tani di Situbondo yang sudah memiliki program sertifikasi beras organik untuk pasar ekspor.

“Kami juga sedang mengusahakan dengan menjembatani lembaga sertifikasi dengan kelompok petani untuk mendapatkan sertifikasi sendiri agar bisa menembus pasar ekspor,” ungkap Arief.

Targetnya ke China, Belanda dan yang baru negosiasi dari Australia. Soal harga, saat ini harga beras organik sudah mampu diterima pasar dengan harga lebih tinggi 30 persen dibanding beras biasa.

Tampak hadir dalam Panen Perdana tersebut, Difi Johansyah Kepala BI Perwakilan Jawa Timur, Muhammad Lukman Hakim Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, beserta puluhan awak Media dari Pokja Bank Indonesia.

Kembali menurut Arief, saat ini di Banyuwangi terdapat 65.540 hektar lahan pertanian, menjadikan Banyuwangi lumbung padi Nasional no 3. Dan pada bulan keempat ini Bulog Banyuwangi sudah menyimpan 11.000 ton beras.

Dalam paparannya, Arif menyelipkan kebanggaannya terhadap Banyuwangi yang levelnya sudah di taraf internasional. Hari ini Bupati Banyuwangi mewakili Indonesia menjadi pembicara di Jepang, dan tempo hari juga didaulat hadir sebagai pembicara di Madrid untuk bidang pariwisata.

Banyuwangi punya 72 even yang digarap oleh seluruh SKPD, dalam rangka mengangkat Banyuwangi, baik dalam bidang pertanian, peternakan dengan target 47.000 pedet (anak sapi), dan perkebunan (holtikultura) 75 jenis durian merah.

Dalam hal ini Arief mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Jatim melalui BI Banyuwangi sudah merespon Inovasi masyarakat Banyuwangi. Dan harapannya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi membantu membuat outlite produk-produk organik, Bank Indonesia juga diharapkan memberi perhatian kepada petani-petani yang lain dalam pengembangan produk-produk organik.

(nawi)

LEAVE A REPLY