Kenang Jasa Sesepuh, Warga Kepuh Gelar Doa dan Santap Tumpeng Bersama

Kenang Jasa Sesepuh, Warga Kepuh Gelar Doa dan Santap Tumpeng Bersama

320
0
BERBAGI

Lamongan, (M. Sindoraya) – Berbagai tradisi di beberapa daerah untuk mengenang jasa sesepuh desa maupun tokoh masyarakat desa, yang lebih di kenal dengan istilah sedekah bumi. Ragam tradisi dan tata cara  sedekah bumi, seperti menggelar seni wayang kulit, reog, arak hasil bumi, dan masih banyak yang lainnya. Namun biasanya hal itu disertai dulu dengan ritual dan pembacaan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing suatu daerah. Sebagaimana yang ada di Dusun Kepuh, Margoanyar, Kabupaten Lamongan mempunyai tradisi unik dalam mengenang sesepuh dan leluhurnya yakni dengan menggelar doa bersama.

Dalam acara doa bersama warga Kepuh memperingati setiap tahunya, di bulan sebelum Ramadhan. Dengan mengambil stidment, Doa Bersama ( kirim doa ) mengingat penduduk warga Kepuh 100 % Bergama Islam dan lingkungan Kecamatan​ Glagah mayoritas Islam. Di samping itu juga para sesepuhnya pun juga dari kalangan Islam.

Pada hari sabtu ( 29/5 ) di serambi Masjid Babussalam, warga Kepuh menggelar acara doa kirim yang bernuansa Islami. Acara tersebut di mulai sejak pagi dengan diawali Khatmil Quran, selanjutnya pembacaan Yasin, Tahlil dan di tutup dengan do’a-do’a, selanjutnya acara santap nasi tumpeng.

Maksud dan tujuan acara tersebut adalah untuk memgenang, mengingat dan menghargai para sesepuh yang sangat berjasa pada Dusun Kepuh. Yang mana doa itu ditujukkan kepada para ahli kubur, sesepuh, leluhur, para kyai, guru  yang lebih duluan di panggil ke Rahmatullah. Selain itu doa bersama juga bertujuan agar warga kepuh di beri kesehatan, kesuksesan, baik lahir dan batin. Serta tujuan lainnya adalah menjalin hubungan sesama warga kepuh agar terciptanya kerukunan, kegotongroyongan,  dan kebersamaan dalam satu wadah , satu keluarga yakni Dusun Kepuh yang harmonis dan di beri keberkahan ALLAH SWT.

Menurut Drs, Suhardi, penerus tokoh masyarakat Kepuh, acara ini sudah tiga kali digelar, berawal dari ide sosok Ust. Abu Ali yang direspon baik oleh warga Kepuh, mengingat hal tersebut berdampak positif baik langsung maupun tidak langsung.

“Saya berharap acara semacam ini terus berkelanjutan, selain itu acara ini kami harapkan akan bisa memupuk tali silaturahmi sesama warga Dusun Kepuh. Kepada generasi penerus kami, semoga tetap bisa menjaga tradisi semacam ini dan acara-acara lain yang lebih kreatif, inovatif ,” kata pria yang jadi curhatan pemuda Kepuh itu.

“ Kami berharap para pemuda, kedepannya mampu menjaga nama baik kampungnya, menciptakan kerukunan, dan menjalin keguyuban, serta kegotong-royongan, dengan satu tujuan demi Dusun Kepuh yang kami cintai ini,” tambahnya, dengan tutur dan pesan tegas itu.

Sementara itu Muslikh ( 60 ) warga setempat mengatakan, “Acara seperti ini perlu di teruskan, dengan acara semacam ini pula tampak keguyuban, kerukunan, sesama warga bisa terus terjalin, sebenarnya warga disini mudah diajak acara untuk hal-hal yang positif apalagi mengenai kegiatan agama…waaah nomer satu mas, “ ujarnya usai menyantap nasi tumpeng itu.

(Rid)

LEAVE A REPLY