KELOMPOK TANI DAMPINGAN WTM DI SIKKA BERBENAH DIRI

KELOMPOK TANI DAMPINGAN WTM DI SIKKA BERBENAH DIRI

161
0
BERBAGI
.

SIKKA (M.Sindoraya) – Pelatihan Manajemen Kelompok untuk enam (6) Kelompok Tani yang terdiri dari pengurus (Ketua, Sekretaris, Keuangan dan Bendahara) dan Kader tani di desa Egon Gahar,Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka difasilitasi oleh Yanarius Yanto (Fasilitator Lapangan dan Aleks Bambang Dedi (Koordinator Pertanian) dan Herry Naif (Koordinator Program WTM-CEPF).

Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Yan Vitalis Yulianus (Kepala Desa Egon Gahar) yang didampingi Herry Naif (Koordinator Program) dan Alexander Dedy, (22/05)

Dalam sambutannya Yulianus mengharapkan bahwa menejemen kelompok itu penting diemban oleh setiap kelompok. Karena itu saya mengharapkan agar para peserta yang hadir dalam kegiatna ini diharapakan secara serius mengikutinya agar kemudian bisa berbenah diri dalam kelompok  masing-masing.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada WTM yang selalu membantu warga kami terutama dalam peningkatan kapasitas petani baik dalam teknis maupun dalam upaya manajemen yang lebih baik, ujarnya.

Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan Refleksi kondisi kelompok tani yang difasilitasi oleh Maesty Merimo. Dalam presentasinya, Mestik mengatakan bahwa kelompok tani yang ada di Egon Gahar belum memiliki sebuah pembenahan sebagaimana sebuah organisasi yang baik. Karena itu, perlu dilakukan pelatihan manajemen agar ini kemudian kelompok-kelompok tani yang didampingi WTM membenahi dirinya.

Lebih lanjut, Yanarius Yustinus memfasilitasi tentang pentingnya manajamen kelompok dari perspektif administrasi agar itu menjadi bukti pendukung bagi sebuah kelompok.

Sedangkan, Herry Naif mempresentasikan tentang sebuah model kepemimpinan yang bagaimana yang diinginkan kelompok tani. Ada kepemimpinan otoriter, demokratis, lieses Fiere, situasional dan patrenalistik. Dari beberapa kepemimpinan yang dibutuhkan kawan-kawan petani saat ini.

Setelah itu, Alex mengajak peserta untuk melihat apakah dalam kelompok telah dilakukan perecanaan, montoring dan evaluasi. Karena ini akan menjadi dasar untuk melihat sejauh mana kelompok tani masih sehat ataukah mulai kesakitan, ujarnya.

Bernadus Gete, seorang peserta pelatihan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami dalam upaya pembenahan diri. Materi seperti ini sebetulnya harus kami ketahui dari awal pembentukan kelomok sehingga sejak awal kami sudah membangun sebuah manajemen yang baik dalam kelompok.

Lebih dari itu, Bernadus mengatakan bahwa belum terlambat juga untuk dilakukan pembenahan kelompok, diharapkan WTM terus mendampingi kami dalam penerapan, harapnya.

(ang)

LEAVE A REPLY