Masyarakat Ternate : Bubarkan HTI Demi Keutuhan NKRI

Masyarakat Ternate : Bubarkan HTI Demi Keutuhan NKRI

169
0
BERBAGI
.

 

TERNATE (M. Sindoraya) – Sejumlah organisasi kemahsiswaan yakni Samurai, Bem Hukum Ummu, Togamaloka yang tergabung dalam Front Pemuda Maluku Utara Pro Pancasila, Senin (22/5) kembali menggelar aksi demonstrasi di beberapa titik,  diantaranya depan Kantor Kepolisian Resor (Polres) Ternate, Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara dan Kantor Walikota Ternatre. Aksi ratusan mahasiswa ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Republik Indonesia (RI) dalam rangka pembubaran organisasi yang dianggap bertentangan dengan Pancasila.

Koordinator aksi Jain Kuna,  dalam orasinya menyampaikan, Kapolda Malut agar bertidak tegas dalam memberantas organisasi yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) agar membijaki pernyataan Menkopolhukam, Wiranto terkait pembubaran Hisbu Tahrir Indonesia (HTI) karena dianggap bertentangan dengan pancasila.

Sementara itu, kebijakan Pemerintah Kota Ternate (Pemkot Ternate) untuk melarang aktifitas HTI di Kota Ternate karena diduga akan berujung Makar.

“NKRI dan Pancasila merupakan titik akumulasi dari sejarah panjang perjuangan seluruh rakyat Indonesia, yang bercita-cita ingin hidup merdeka dalam Bineka Tunggal Ika.” tandas Jais

Lanjutnya Jais,  Pancasila membingkai semua ajaran agama, membingkai semua suku bangsa dan golongan yang ada di Indonesia untuk hidup berdampingan dengan bergotong royong. “Tidak bisa diusik lagi dengan gerakan manapun yang mengatasnamakan Islam dan merongrong keutuhan serta toleransi antara umat beragama di NKRI.” cecarnya

Jais menambahkan,  sejumlah ormas yang mengatasnamakan Islam transnasional telah melakukan gerakan untuk merubah ideologi Negara Indonesia (merubah Pancasila), dan menjastis Indonesia sebagai Negara setan, dimana ini disampaikan lewat deklarasi dan penyebaran pamflet-pamflet yang tersebar di berbagai daerah, khususnya Maluku Utara.

“Jika hanya sekedar melakukan dakwah Syariat Islam untuk perbaikan moral anak bangsa, kamipun ikut mendukung dengan kondisi moral bangsa hari ini. Namun jika inggin mendirikan negara dalam negara seperti yang dilakukan oleh Ormas dengan ingin merubah Republik menjadi Monarki Absolut (Sistem Khalifah), maka tanah tumpah darah ini akan menjadi lautan api, karena tidak boleh mengubah bentuk negara dan dasar negara dengan alasan apapun.” tegas Jais dalam orasinya

Menurut Jais,  mengubah bentuk dan dasar negara termaksuk perbuatan makar atau vhughot dan hukumnya wajib di perangi. Saat ini, terdapat beberapa Negara mayoritas Islam yang sudah mrnyatakan, menolak dan melarang HTI, antara lain Yordania, Suriah, Tunisia, Libya, Arab Saudi, Banglandesh, Mesir, Kazakhstan dan Pakistan. Untuk itu, ini menjadi dasar Pemerintah Indonesia untuk membubarkan HTI.

Pemerintah melalui Menkopolhukam beberapa waktu laku telah mengeluarkan pernyataan untuk membubarkan HTI, karena Kegiatan HTI terindikasi bertentangan dengan Pancasila dan UU 1945, serta menimbulkan benturan di tengah-trngah masyarakat. Sehingga, Pemerintah memutuskan untuk mengambil langka hukum untuk membubarkan HTI.

“Dengan dasar itulah, Kami yang tergabung dalam Fron Pemuda Maluku Utara Pro Pancasila mengajak masyarakat, untuk mendukung pemerintah dalam pembubaran organisasi yang bertentangan dengan Pancasila.” Tutup Jais

(sdn)

LEAVE A REPLY