Potret Kemiskinan Nenek Sebatang Kara

Potret Kemiskinan Nenek Sebatang Kara

193
0
BERBAGI
.

MOJOKERTO (M.SINDORAYA) – Program pemerintah untuk mengentas kemiskinan selalu di sosialisasi di setiap momen penting di tingkat kabupaten kota terutama di kabupaten Mojokerto. Tapi rupanya program ini belum berhasil sepenuhnya di wilayah pemkab Mojokerto, hal ini bisa jadi dikarenakan minimnya informasi atau belum adanya pertugas yang berwenang turun ke seluruh lokasi wilayah Pemkab Mojokerto.

Adalah Mbok Rining atau biasa di panggi Mbok Ning, warga desa Mojosari Rejo kecamatan Mlagi ini seakan tak tersentuh program yang tengah dijalankan Pemkab Mojokerto. Menurut pantauan Media Sindoraya, Janda 80 tahun-an tanpa anak ini hidupnya sangat-sangat jauh dari kesan layak dalam arti kehidupannya sungguh memprihatinkan.

Menurut keterangan Suami istri Piah dan Tarno tetanga Mbok NING warga dusun patan RT 2 RW 1 Desa Mojosari Rejo. Kecamatan mlagi kabupaten mojokerto mengatakan, ” Mbok Ning yang usianya sudah 80 tahun, selama ini hidupnya susah cari makan sendiri dia tidak punya suami dan anak. Mbok ning yang sudah sakit-sakitan ini tinggal bersebelahan dengan saudara iparnya yang kehidupannya tidak jauh berbeda tidak punya suami dan menanggung beban merawat tiga anaknya “.

Kehidupan Mbok Ning membuat para tetangga merasa kasihan, apalagi melihat kondisi rumahnya yang seakan tinggal menunggu waktu untuk Roboh, atapnya sudah banyak yang bolong, ujar Tarno seakan turut merasakan kesedihan Mbok Ning.

” Tetanga seperti saya hanya bisa bantu makanan kalau ada makanan ya kami bagi,” tambah Tarno.

Kata Tarno, Kemarin ada banyak dari mojokerto yang mengaku dari lembaga bernama Aliansi AMMOR mendatangi Mbok Ning,  katanya mau mengusahakan membantu memperbaiki rumah dan mengusahakan pengobatan penyakitnya.

Disisi lain, pemerintah desa seakan tidak mau tahu kondisi warganya. Desa hanya memberikan Raskin yang setiap bulannya Mbok Ning mendapat 4-5 Kg beras.

Agus kepala desa Mojosarirejo kecamatan Mlagi kabupaten Mojokerto saat di tanya mengenai warganya yang menderita seperti itu dan soal bantuan raskin menyatakan tidak tahu karena minimnya informasi. Soal bantuan beras raskin untuk bulan ini semua warga dapat jatah 5 kg. Soal harga beras dia tidak tau dan yang tahu adalah bagian kepala urusan. Dia berjanji segera mencari tahu.

Sampai berita ini diturunkan, Pihak Dinas Sosial kabupaten Mojokerto belum dapat di konfirmasi.

(ud)

LEAVE A REPLY