Kecelakaan SB Satria, Siapa Bertanggung Jawab?

Kecelakaan SB Satria, Siapa Bertanggung Jawab?

624
0
BERBAGI
.

 

TERNATE (M.sindoraya) – Kecelakaan laut yang terjadi di perairan Tanjung Cobo,  Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utata (Malut) yang menimpa speedboat SB Satria sekitar pukul 19.00 WIT, Selasa (23/5/2017) lalu, hingga kini belum ada tindak lanjut dari KSOP dan KPLP Provinsi Maluku Utara, beserta pemilik Speedboat SB Satria.

Informasi yang dihimpun mediasindoraya.com, Minggu (28/5), SB Satria yang mengangkut lima orang penumpang akan bertolak dari Pelabuhan Speedboat Sofifi menuju Pelabuhan Speedboat Mangga Dua Ternate, lima orang penumpang diantaranya tiga orang perempuan dan dua laki-laki.

Diketahui, peristiwa ini bermula saat SB Satria yang berlayar tanpa menggunakan manyfast (izin pelayaran) dari KSOP, dan nekat bertolak dari Pelabuhan Speedboat Sofifi menuju Pelabuhan Speedboat Mangga Dua Utara, Kota Ternate pada pukul 18.40 WIT. Dalam perjalanannya, SB Satria tiba-tiba menabrak sesuatu dari bagian depan dan menyebabkan seluruh penumpangnya terhampar ke lantai speed.

Nuryani korban laka laut

Salah satu korban laka laut, Nuryani Husen (32) warga Kelurahan Indonesiana Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/5/2017) lalu, kepada sejumlah awak media membenarkan adanya kejadian tersebut.

Meski demikian, lanjut Nuryani, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak yang berkepentingan, dalam hal ini KSOP dan KPLP Provinsi Malut serta pemilik Speedboat SB Satria. “Sampai saat ini belum dilaporkan secara resmi kepada pihak Kepolisian, yakni Polda Maluku Utara, karena dengan alasan kemungkinan akan ada tindak lanjut dari pihak KSOP/KPLP Kota Ternate sebagai pemangku kepentingan pelayaran.” Katanya

Sementara itu, dari kelima penumpang, diketahui tiga korban diantaranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan masing-masing mengalami patah tulang serta memar di beberapa bagian tubuh. Ketiga PNS tersebut,  yakni Nuryani Husen (32) PNS Kota Tidore Kepulauan yang mengalami patah tulang di lengan bagian kanan, dan Nazar Abdullah (44) PNS di Dinas Pertanian Provinsi Malut yang mengalami patah tulang di lengan bagian kiri, serta Buang Jiko (44) PNS Dinas Pertanian Provinsi Malut yang juga mengalami benturan di bagian kepala.

(sdn/smr)

LEAVE A REPLY