Tingkatkan Aspek Pedagogi melalui Service Learning, UK Petra Gelar 6th APRCSL

Tingkatkan Aspek Pedagogi melalui Service Learning, UK Petra Gelar 6th APRCSL

185
0
BERBAGI
.

 

Surabaya (M.Sindoraya) – Bagaimana membaca kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan solusi konkrit atas permasalahan yang terjadi di masyarakat? Lalu, bagaimana cara mengkomunikasikannya pada masyarakat? Service Learning (SL) merupakan sebuah metode pembelajaran lapangan yang mulai banyak dipakai beberapa universitas di dunia untuk mengasah para mahasiswanya agar tidak hanya memiliki ketrampilan akademis yang lebih kuat saja akan tetapi akan mengasah pikiran dan hati dengan baik. Metode pembelajaran SL ini harus terus di update agar tepat sesuai dengan sasaran. Menginggat pentingnya konferensi ini maka digelarlah 6th Asia-Pacific Regional Conference on Service-Learning (APRCSL) mulai hari Senin-Jumat, 29 Mei-2 Juni 2017 di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

“Kegiatan rutin setiap 2 tahunan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang disepakati bersama oleh universitas-universitas di Asia Pacific yang memiliki pemahaman sama dalam implementasi semangat dan nilai pengabdian masyarakat (service-learning/SL) dalam kurikulum pengajaran. S-L telah menjadi elemen penting dalam pedagogi pendidikan. Tahun 2015 yang lalu diadakan oleh Fu Jen Catholic University-Taiwan dan tahun 2017, UK Petra sebagai tuan rumahnya”, urai Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc. selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UK Petra selaku ketua APRCSL ini. Total kurang lebih ada 201 peserta dari 18 negara baik itu dosen, staf hingga mahasiswa. Ke-18 negara tersebut itu adalah Australia, China, Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Philipina, Singapore, Africa Selatan, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, United States of America (USA) dan United Kingdom (UK). Ada beragam kegiatan digelar mulai dari pre-conference workshop, pameran UMKM, aksi nyata SL di beberapa daerah di Surabaya, Presidential Meeting, pameran hasil kuliah SL, presentasi hingga city tour Surabaya.

“Mengambil tema “Educating the Heart: Nurturing a Fruitful Life through Service-Learning”, konferensi ini diharapkan menjadi wadah bertukar pikiran dan menggali pengalaman berharga dalam menerapkan semangat S-L secara pedagogis. Secara khusus, melalui tema ini diharapkan peserta mendapat pencerahan setelah mengevaluasi dampak dan manfaat S-L bagi para mahasiswa, fakultas dan akademisi serta masyarakat yang dilayani”, tutup Juliana.

(eli)

LEAVE A REPLY