MENGAWAL IDEOLOGI PANCASILA, 20 ADVOKAT KERJASAMA DENGAN PBNU

MENGAWAL IDEOLOGI PANCASILA, 20 ADVOKAT KERJASAMA DENGAN PBNU

130
0
BERBAGI
.
.
.
.
.
.

 

Jakarta (M.Sindoraya) – Dalam mengawal Pancasila sebagai ideologi bangsa,sebanyak 20 Advokat yang tergabung dalam Forum Advokat Pengawal Pancasila(FAPP) bekerja sama dengan Pengurus Besar Nadatul Ulama(PBNU).

Kedatangan rombongan forum Advokasi Pengawal Pancasila yang dibawa koordinasi Advokat Senior, I Wayan Sudirta dan Petrus Selestinus,serta  Ignasius Andy langsung diterima oleh sekjen Pimpinan Pusat PBNU,Helmy Faishal Zaini,  Kamis (15/06/2017) di Kantor Pusat PBNU ,Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat.

Ignasius Andy yang juga deklarator FAPP mengatakan, Kegaiatan ini dalam rangka silaturahmi dan audiensi untuk memperkenalkan visi dan misi Forum Advokasi Pengawal Pancasila (FAPP).Silahtruahmi ini untuk menjalin kerjasama dengan NU guna memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan , merawat Bhineka Tunggal Ika serta menjaga Pancasila sebagai Ideologi negara.

“Dalam Silahtruami tadi kita memperkenalkan masing-masing anggota FAPP sebagai advokat-advokat lintas suku, agama, lintas asosiasi dan lintas afiliasi Politik, tetapi dapat bersatu dalam semangat yang sama yaitu kebersamaan untuk mengawal, merawat dan menjaga Pancasila”tandasnya

Hal yang sama juga ditanbahkan, Advokat senior Petrus Selestinus, yang juga inisiator pembentukan FAPP menyampaikan bahwa kedatangan FAPP ke PBNU karena terdapat kesamaan sikap dan pendangan antara PBNU dengan AFPP khususnya tentang persoalan kebangsaan, persoalan pluralisme dalam NKRI dan urgensinya dalam memperkokoh dasar negara Pancasila agar tetap tegak berdiri tanpa bisa digantikan oleh ideologi bentuk lainnya.

Sebagai ormas keagamaan Islam terbesar di negri ini, menurut Petrus Selestinus, NU selalu tampil menjadi bagian terdepan dan konsisten menjaga, mengawal dan mempertahankan NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika ketika ada yang mencoba-coba mengganggu untuk menggantikannya dengan ideologi lainnya. Sejarah telah mencatat peran, posisi dan eksistensi NU sebagai Ormas Keagamaan yang selalu bersama-sama negara mengayomi seluruh warga masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan. Ini memang sungguh-sungguh sangat menyejukan dan melegakan, terlebih-lebih akhir-akhir ini ada sekelompok kecil orang hendak menggantikan Pancasila dengan ideologi khilafah.

Lanjutnya, Sebagai salah satu elemen bangsa yang memiliki kesamaan pandangan dan perjuangan dengan NU, yaitu sama-sama menjaga dan mempertahankan cita-cita Proklamasi, maka FAPP ingin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan PBNU terutama memperkuat perjuangan NU dalam bidang Advokasi hukum dan pembangunan hukum terkait dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Sementara itu, Advokat senior I Wayan Sudirta yang juga inisiator pembentukan FAPP menegaskan bahwa tidak ada salahnya FAPP melakukan silaturahmi dengan PBNU, karena PBNU merupakan organisasi keagamaan terbesar yang selalu mengedepankan sikapnya mengayomi yang minoritas. Karenanya PBNU menjadi Ormas Keagamaan yang pertama dikunjungi oleh FAPP. Baginya FAPP, NU merupakan ormas terbesar dengan kekuatan mayoritasnya telah secara terbuka menyatakan siap untuk menjaga dan memperkokoh toleransi dan kebhinekaan serta secara konsisten dan persisten menolak keberadaan ormas-ormas intoleran dan radikal yang dalam aktivitas politik dan keagamaannya ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan ideologi lain.

I Wayan Sudirta yang juga Kuasa Hukum Ahok mengatakan bahwa FAPP akan selalu bersama-sama NU tetap menjaga dan merawat NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila, karena negara ini dibangun bersama-sama oleh dan atas dasar konsensus semua etnis, agama dan golongan masyarakat yang berbeda-beda. Karena itu tidak boleh ada kekuatan yang merasa diri lebih hebat, lebih kuat bahkan lebih berkuasa untuk menegasikan peran dan eksistensi kelompok lainnya dengan cara memaksakan kehendak.

“Kami memohon kesediaan PBNU untuk nantinya menerima hasil kajian hukum FAPP tentang konsep pembubaran Ormas-Ormas radikal dan intoleran untuk dibahas bersama kemudian hasilnya diserahkan kepada Presiden Jokowi sebagai wujud partisipasi masyarakat terhadap upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam bingkai NKRI”tandasnya.

Sementara itu, Sekjen PBNU Kiyai Haji Helmy Faishal Zaini mewakili Ketua Umum PBNU menyambut baik kedatangan dan ide FAPP membangun kerja sama dalam menyikapi gerakan kelompok intoleran dan radikal yang akhir-akhir ini muncul dengan gagasan ingin mengubah dasar negara Pancasila dengan ideologi lain. Bagi NU, Pancasila sudah final dan tidak boleh digangganggu gugat.

 

“Ingat PBNU kalau ditarik kepanjangannya adalah P=Pancasila, B=Bhineka Tunghal Ika, N=NKRI U=UUD 1945. Kedatangan FAPP merupakan tambahan energi bagi NU”tegasnya

Sekjend PP PBNU ini berharap , FAPP menjadi salah satu mitra PBNU dalam menjaga dan mempertahankan Pancasila. PBNU menyambut baik usul FAPP untuk mendiskusikan bersama konsep FAPP tentang pembubaran Ormas Radikal untuk disampaikan bersama-sama oleh PBNU dan FAPP keoada Presiden Jokowi sebagai wujud peran serta masyarakat.

(ang)

LEAVE A REPLY