Cinta Tak Direstui, Nyawa Dikorbankan

Cinta Tak Direstui, Nyawa Dikorbankan

553
0
BERBAGI
HALTENG (M.Sindoraya) – Sungguh miris tindakan seorang pemuda bernama Simson Fiko Ricardo Kalakparang (21), warga Desa Sidanga, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut). Fiko ditemukan gantung diri di depan rumahnya, Selasa (20/6/2017) sekitar pukul 05.00 wit.
Informasi yang di himpun mediasindoraya.com, korban pertama kalivditemukan, Ina Malaru (tetangga korban), saat itu sekitat pukul 05.00 dirinya hendak keluar ke kamar mandi, tiba-tiba dikejutkan dengan sesosok orang yang sudah menggelantung di atas pohon.
“Saya keluar dari rumah dengan maksud mau buang air kecil, saat keluar saya langsung melihat korban tergantung di pohon dengan tali melilit leher,” katanya.
Melihat itu, Ina kemudian berteriak bahwa korban telah tergantung. Selain itu, Ina mengaku telah menemukan sebuah foto bergambar kekasih korban dan selembaran kertas yang diduga dituliskan untuk orang tua korban, dimana kertas ini beruliskan “Mama Saya Sayang Pa Melina.”
Sementara itu, Cia Kumai salah satu tetangga korban mengungkapkan, saat dirinya mendengar teriakan dari saudari Ina Lamaru, bahwa Simson (korban gantung diri. “Sontan saya keluar rumah dan langsung memeluk korban, selanjutnya korban lalu diangkat dan tali yang melilit leher korban saya lepaskan,” ujarnya.
Selain Ina dan Cia, Son Malaru, satu tetangga korban juga terkejut setelah mendengar teriakan keduanya. Mendengar teriakan Ina dan Cia, sekitar pkl 05.30 wit, Son kemudian keluar dan langsung mengangkat tubuh korban setelah tali yang melilit leher korban dilepaskan oleh Cia. “Saya angkat korban dan masuk kedalam rumah, selanjutnya saya cek mulut korban, ternyata sudah tidak bernapas,” terangnya.
Menurut keterangan dari orang tua korban, dugaan korban mengakhiri hidupnya karena frustasi terhadap orang tua sang kekasih yang tidak merestui hubungan korban dengan kekasihnya. Tak hanya itu, menurut keterangan orang tua korban, bahwa kekasih korban juga telah hamil, namun sengaja digugurkan oleh orang tua kekasihnya.
Terpisah, Kaur Pembangunan Desa Sidanga, Emong Kumai, menyampaikan bahwa, korban tersebut bukan kali ini saja merencanakan bunuh diri, namun sudah lebih dari dua kali, akan tetapi rencana tersebut dapat di gagalkan oleh teman-teman korban. “Tadi malam korban membeli minuman keras ( miras ) dan memberikan kepada teman-temannya untuk dikonsumsi agar mereka ketiduran dan korban dapat melakukan bunuh diri,” ungkapnya.
Setelah mendengar keterangan saksi-saksi, dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya karena frustasi terhadap orang tua dari kekasihnya, karena tidak setuju dengan hubungan korban dan kekasihnya.
(smr)

LEAVE A REPLY