Kalau Tidak Tau Masalah Jangan Calon Gubernur

Kalau Tidak Tau Masalah Jangan Calon Gubernur

1124
0
BERBAGI

 

Malut (Mediasindoraya) – Kemajuan sebuah negara atau daerah di representasikan dari pemimpinya, jika pemimpinya visioner akan memberikan kemajuan yang signifikan bagi negara atau daerah yang di pimpinya, seperti Singapure dibawah kepemimpin len ken yu, atau Surabaya dengan rismanya,  adalah pemimpin yang lahir dari demokrasi berkualitas, pemilih cerdas, dan pemimpin yang mengedepankan visi perubahan kuat dan dapat mempengaruhi bahkan menghipnotis pemilih untuk ikut dalam gerak visinya, sehinga kemajuan daerah menjadi nyata, dan teraktualisasi dalam masyarakat.

Kepala kampong melanesia gambesi ternate mohtar adam, kepada mediasindoraya, malam tadi Rabu (20/6) mengatakan, fenomena akhir-akhir ini, para bakal calon gubernur 2018, seperti orang yang tidak mengenali masalahnya, tidak hidup dengan masalah, yang asal menyampaikan visi misi dan program yang sulit untuk dikerjakan dalam dinamika pembangunan kekinian, katanya.

Kata dia, calon pemimpin perlu menjual mimpi-mimpi besar, tetapi tidak menjual mimpi yang sulit dilakukan oleh pemimpinya sendiri dan cenderung melakukan pembohongan kepada pemilih. Masyarakat tidak bisa di paksa dengan kekuatan modal untuk mengadaikan negeri ini dengan membeli kucing dalam karung yang tidak paham dunia nyata.

Saat ini partai-partai politik memberi kesempatan kepada bakal calon menyampaikan visi mksi, baiknya para bakal calon gubernur meluangkan waktu untuk belajar tentang problem dasar pembangunan Malut, sehingga bisa memberi solusi kongkrit dalam merumuskan pembangunan jika diberi amanah.

Pemimpin yang sadar akan amanah, akan menghadirkan solusi dari masalah yang dihadapi, bukan menjual tumburafo pada rakyatnya. “ Kita semua punya tangungjawab yang sama untuk menjaga kualitas demokrasi, agar jangan menjadikan demokrasi sebagai pasar transaksi uang dan mengabaikan transaksi gagasan yang berpotensi merusak masa depan negeri ini. Jika pemimpin hari ini menjual kekayaanya yang senilai Rp  300 Milyar, perlu diingat rakyat akan memberi uang senilai Rp senilai Rp  2-5 Triliun kepada pemimpinya, karena itu rakyat lebih kaya dari pemimpin yang pamer kekayaan itu, rakyat tidak bisa gadaikan rp 5 Triliun dengan harga suara 100 Ribu atau bantuan yang berlindung dibalik pamer kekayaan,tegasnya.

Kata dia, Maluku Utara, memiliki kekayaan alam yang berlimpah, laut yang pitensial, tambang  menjanjikan, wisata mengiurkan, energi panas bumi potensial, posisi strategis dalam memainkan peran dalam persaturan ekonomi pacific, adalah modal pembangunan akan tumbuh dengan sangat spektakuler, sepanjang diberikan kepada pemimpin yang memahami solusi pembangunan masa depan, bukan pemimpin yang melahirkan problem masa depan, ungkapnya.

(reza)

 

LEAVE A REPLY