Mahasiswa UK Petra Ubah “Wajah” 8 Komunitas di Surabaya

Mahasiswa UK Petra Ubah “Wajah” 8 Komunitas di Surabaya

513
0
BERBAGI

 

Surabaya (M.Sindoraya) – “Angan-angan kami untuk mempunyai sebuah museum kecil sebagai alat peraga dalam mengedukasi masyarakat umum akhirnya terwujud”, urai Krishario Lloydino sebagai salah satu anggota komunitas De Mardijkers. De Mardijkers merupakan komunitas pencinta dan penggiat sejarah (reenactor) seperti benda-benda perlengkapan tempur yang pernah dipakai oleh tentara para penjajah yang pernah menjajah Indonesia. Tak hanya itu saja ada tujuh komunitas lainnya yang menjadi sasaran tugas para mahasiswa Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Petra (UK Petra).

Interior Design for Cultural Community itulah tajuk pameran yang digelar para mahasiswa Program Studi Desain Interior UK Petra minggu lalu (14-16 Juni 2017) di selasar Gedung P lantai 1. Tugas dari mata kuliah ini adalah Perancangan ruang budaya berupa fasilitas publik yang dapat mewadahi kegiatan sebuah komunitas budaya di Surabaya dan menciptakan pengalaman ruang yang edukatif, dengan pendekatan filosofis bagi pembelajaran masyarakat yang berkelanjutan. Komunitas-komunitas yang diambil sebagai objek perancangan adalah Perkumpulan Bangga Berkain, Paguyuban Senopati, Persatuan Layang-layang Surabaya (PERLABAYA), Urban Sketchers Surabaya, De Mardijkers, Serikat Mural Surabaya (SMS), Komunitas Batik Surabaya (KIBAS) dan Petra Little Theater (PLC).

Ada tiga tahapan yang harus dilalui para mahasiswa untuk menyelesaikan tugas ini yaitu pertama observasi lapangan secara berkelompok. Dalam tahap ini mahasiswa mengumpulkan data mengenai identitas, visi misi, aktivitas rutin maupun insidentil serta produk atau objek koleksi komunitas yang memiliki nilai berharga bagi masyarakat lokal Surabaya dalam konteks budaya, sejarah, seni, pariwisata, dan ilmu pengetahuan. Tahapan kedua, merancang ruang secara individu. Proses ini mahasiswa diminta mencari sebuah site riill dengan denah riil di lokasi Surabaya dengan luasan 300-500m2 untuk projek desain. Mahasiswa kemudian merancang program ruang berdasarkan observasi lapangan yang telah dilakukan dengan tidak menutup kemungkinan untuk meciptakan ide fasilitas-fasilitas baru. Sedangkan tahapan ketiga yaitu secara berkelompok styling ruang di lokasi basecamp komunitas. 9-10 mahasiswa menata area di lokasi basecamp komunitas berdasarkan kebutuhan komunitas tersebut. Yang dilakukan mahasiswa ini antara lain menata benda koleksi komunitas, serta perabot dan aksesoris lainnya di dalam sebuah ruang sehingga menarik untuk diapresiasi oleh masyarakat setempat, mendesain dan merealisasikan perabot atau mebel dalam skala 1:1 untuk memenuhi kebutuhan memajang benda koleksi komunitas, mendesain photobooth dan fasilitas display yang bersifat knock-down untuk acara-acara rutin maupun insidentil di komunitas dan mendesain main entrance basecamp komunitas sehingga lebih menarik.

“Dengan adanya tugas ini maka para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman mendesain ruang budaya bagi komunitas lokal sekaligus memberi kesempatan para mahasiswa berinteraksi langsung dengan klien. Total ada 76 maket hasil perancangan interior dengan skala 1:50, 76 poster hasil perancangan interior dan 8 presentation board yang menampilkan hasil tugas styling kelompok di basecamp komunitas” urai Diana Thamrin, S.Sn, M.Arch selaku dosen penanggung jawab pameran ini. Pameran hasil tugas ini merupakan hasil mata kuliah Desain Interior dan Styling 4 (DIS 4) yang merupakan mata kuliah wajib di Program Studi Desain Interior UK Petra para mahasiswa semester 6. “Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga, karena selama prosesnya kami tidak hanya belajar mewujudkan desain yang mampu memberi solusi secara riil, tetapi juga belajar bekerja sama, berinteraksi, dan berbaur dengan komunitas baru”, ungkap Christina Vania mahasiswi Program Studi Desain Interior UK Petra yang mendesain komunitas Serikat Mural Surabaya.

(eli)

LEAVE A REPLY