Prihatin Kasus Chat HT, Bejo Santoso Buat Petisi Online

Prihatin Kasus Chat HT, Bejo Santoso Buat Petisi Online

420
0
BERBAGI

Surabaya (M.Sindoraya) – Polri menetapkan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka, menyusul SMS Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo ke Jaksa Yulianto.

Di sisi lain, banyak yang menilai isi SMS Hary Tanoe tersebut sama sekali tidak bernada ancaman, melainkan sebuah pesan terhadap cita-cita agar penegakan hukum di Indonesia lebih baik lagi.

Berikut isi SMS Hary Tanoesoedibjo ke Jaksa Yulianto:

“Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

Berikut isi WA Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo ke Jaksa Yulianto pada 7 JANUARI 2016:

“Mas Yulianto. Kita buktikan siapa yg salah dan siapa yg benar. Siapa yg profesional dan siapa yg preman.

Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena-mena demi popularitas dan abuse of power.

Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini. Disitulah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal2 yang tidak sebagaimana mestinya.

Kasihan rakyat, yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan makin maju.”

Reaksi masyarakat dalam menyikapi suatu perkara di negri ini berbeda-beda, ada yang dengan cara pengerahan masa, ada yang langsung menghadap penegak hukum, dan juga dengan cara yang lainnya.

Hal ini juga terjadi saat masyarakat menyikapi kasus yang dialami CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.

Seseorang yang Bejo Santoso juga turut menyikapi kasus ini yaitu dengan menggalang tanda tangan masyarakat dengan membuat Petisi dukungan terhadap Hary Tanoesoedibjo melalui #BERSATUDUKUNGHARYTANOE dan dapat diisi di https://www.petisionline.net . Sampai berita ini ditulis sudah mencapai 1000 tanda tangan.

Melalui penelusuran Media Sindoraya, bermacam-macam tanggapan yang semua adalah pembelaan terhadap Hary Tanoe.

Disisi yang lain, Media Sindoraya juga melakukan penelusuran tanggapan dari berbagai pihak yang notabene adalah ahli di bidang hukum dan ahli bahasa.

” Jangan ada sentiment Korps dalam penetapan tersangka kasus Chat Hary Tanoesoedibjo,” DR. Firman Wijaya SH, MH., Pengacara, Dosen Fakultas Hukum Universitas Krisna Dwipayana, Tarumanegara, Advokat (Persatuan Advokat Indonesia).

Andi Hamzah Ketua Asosiasi Pakar Hukum Pidana, ” Penetapan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka tanpa adanya pemanggilan, mencederai asas praduga tak bersalah “.

Ahli bahasa dari Universitas Indonesia Rahayu Surtiati Hidayat menganalisis isi pesan pendek atau SMS yang dikirim Hary Tanoe kepada jaksa Yulianto. KESIMPULANNYA: Hary Tanoe hanya berniat membersihkan Indonesia dari oknum-oknum pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan apabila ia memimpin negeri.

Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman justru mempertanyakan pemahaman Jaksa Yulianto terhadap isi SMS yang dikirimkan oleh Hary Tanoe. Kuat dugaan, isi SMS tersebut malah membuatnya khawatir, karena akan ada yang membuka tabir keburukan oknum penegak hukum.

“Justru perlu dipertanyakan ke Yulianto mengapa dia merasa terancam dengan SMS tersebut. Apakah dia takut kalau perilaku oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena yang transaksional, yang suka abuse of power diberantas?” tuturnya.

Dalam pandangan Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum Hary Tanoe, pesan yang dikirimkan kliennya tersebut tidak memenuhi unsur ancaman. Hal itu, kata Hotman, merujuk pada aturan yang tertera dalam Pasal 29 UU ITE.

“Pasal 29 UU ITE jelas memuat syarat mutlak apabila “informasi elektronik” berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara khusus kepada pribadi tertentu.

“Jadi, Pasal 29 UU ITE syaratnya harus ada ancaman, yang ditujukan secara tegas kepada seseorang,” ujar Hotman.

PADAHAL, isi pesan singkat Hary Tanoe bersifat umum dan idealis, dan tidak bermaksud mengancam seseorang.

(nawi)

 

 

LEAVE A REPLY