Dari Makan Papeda Rasa Lem, Hingga Pengalaman SM3T di Pelosok

Dari Makan Papeda Rasa Lem, Hingga Pengalaman SM3T di Pelosok

324
0
BERBAGI

SULA (M.sindoraya) – Sebagai bentuk pengabdian diri kepada Negara dan masrayakat, sejumlah tenaga Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) memilih tidak pulang kamoung dan berlebaran di daerah tugasnya, diantaranya guru SM3T yang ditempatkan di berbagai sekolah di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Salah satu tenaga SM3T, Ayu Triastuti,S.Pd., atau yang akrab disapa Ayu, kepada mediasindoraya.com, Jumat (30/6/2017) menceritrakan beberapa pengalaman selama berada di daerah tugasnya, yakni SMP Negeri 4, Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepsul.

Desa Buya merupakan daerah dimana Ayu bertugas, dan berbagai lika-liku dilaluinya. Dari makanan khas daerah Kabupaten Sula, hingga belajar bahasa daerah. “Papeda saya pernah coba, enak kayak makan lem. Disini orang biasa makan papeda terus, ¬†walau tidak makan nasi tapi tetap kuat jalani hari-harinya,” curahnya.

Wanita berusia 25 tahun ini merupakan salah satu dari 53 tenaga Guru SM3T yang ditugaskan di Kabupaten Kepsul. Ayu sendiri merupakan salah satu tenaga SN3T yang berasal dari Daerah Istimewah Yogyakarta, dan memilih merayakan idul fitri bersana rekan-rekan guru dimana mereka ditugaskan.

Ia juga menambahkan, sejauh ini hubungan kami dengan masyarakat baik-baik saja, bahkan kami mencoba mengikuti adat istiadat masyarakat setempat. Untuk kendala yang dialami selama bertugas tidak begitu sulit, dan prasarana di sini (Desa Buya) juga sudah lumayan baik. “Listrik juga ada, walau nyalanya hanya jam 6 sore -12 malam saja, lama-lama saya jadi terbiasa,” terang Ayu.

“Kalau air, sempat kesulitan di awal-awal, tapi semenjak ada air pam di desa Buya, saya jadi lebih baik, cuman kadang air keruh (kabur) kalau lagi musim hujan,” singkat Ayu.

Selain itu juga, Ayu merupakan sarjana lulusan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), dan dinyatakan lolos di Program SM3T dengan mengikuti tes yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). “Hampir ¬†setahun kami bertugas di Kepsul, mulai dari September 2016, dan nampaknya akan ditarik di bulan Agustus 2017 nanti,” tutupnya.

(smr)

LEAVE A REPLY